Setiap tahun, anggaran yang dikeluarkan untuk menangani masalah sampah mencapai Rp 45 Miliar.
Namun, menurut Edi, jumlah tersebut masih kurang jika dibandingkan dengan jumlah penduduk saat ini.
Untuk menyelesaikan masalah sampah di Pontianak, diperlukan biaya sebesar Rp 200 Miliar. Pemkot Pontianak sedang berupaya mengikuti regulasi pemerintah pusat dalam mengurangi 30 persen produksi sampah.
Salah satu langkah yang diambil adalah memaksimalkan fungsi bank sampah. Edi menambahkan bahwa sejauh ini hanya ada sebelas sekolah yang memiliki bank sampah.
Ia berharap bahwa seluruh sekolah, termasuk 114 SD Negeri dan 29 SMP Negeri, akan membangun bank sampah mini di masing-masing sekolah.
Baca Juga: 10 Hal Menarik dari Kota Singkawang, Dari Hongkong Van Borneo Hingga Lokasi Syuting Film
"Anak-anak sekolah membawa sampah dari rumah setiap pagi saat masuk sekolah. Sampah tersebut akan ditimbang dan menjadi tabungan yang dapat ditukar dengan uang tunai. Bahkan, tabungan tersebut dapat dikonversi menjadi emas melalui kerjasama dengan Pegadaian. Salah satu RT di Pontianak Selatan membayar Pajak Bumi Bangunan melalui Bank Sampah Rosella di Jalan Purnama. Ini merupakan bukti inovasi dalam mengurangi beban di TPA," ujarnya.
Beban sampah sering kali berasal dari masyarakat yang terbiasa membuang sampah di sungai atau parit.
Kebiasaan buruk ini harus diubah. Bahkan, pada hari libur, fasilitas umum sering menjadi tempat pembuangan sampah sembarangan oleh pengunjung taman.
Edi mengajak semua OPD terkait untuk mengambil tindakan terhadap masyarakat yang melakukan hal tersebut. Selain tindakan penindakan, ia berencana untuk membuat program di mana ASN akan mengumpulkan sampah di lingkungan Pemkot Pontianak.
"Setiap Jumat pagi, misalnya, kita para ASN akan memberikan contoh kepada warga dengan mengumpulkan sampah," ujarnya.
Salah satu pondasi penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup adalah penghijauan.
Artikel Terkait
10 Hal Menarik dari Kota Singkawang, Dari Hongkong Van Borneo Hingga Lokasi Syuting Film
Momen Idul Adha, Pengusaha Sukses di Kota Singkawang Ini Ikut Sumbang Sapi Kurban
Karhutla di Singkawang, AKP Samsudin dan Tim Gabungan 3 Jam Berjibaku Padamkan Api
Apakah Daging Sapi Mengandung Kolesterol Tinggi, Simak Penjelasannya
Hal Yang Mesti Dilakukan Saat Menyambut Liburan saat Lebaran