YOKALBAR - Dekan FEB UNTAN Pontianak, Dr Barkah, SE, MSi memimpin Sidang Terbuka dan Promosi Doktor Petrus Yudha Sasmita yang notabenenya adalah Kepala Dinas Perhubungan Kota Singkawang di Ruang Sidang Pascasarjana FEB Untan Pontianak, Rabu (13/9).
Dihadapan penguji, Petrus Yudha Sasmita telah mempertahankan Disertasinya dengan judul Deterninan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup di Indonesia periode 2016-2019: Pendekatan Seemingly Unrelated Regression (SUR).
Baca Juga: Begini Harga iPhone 15 Terbaru Hari Ini
Baca Juga: BRI Imbau Jaga Kerahasiaan Data Transaksi, Uang Hilang Akibat Kelalaian Nasabah Tidak Diganti
Sidang terbuka dan promosi doktor ini turut dihadiri Prof Dr H Eddy Suratman, SE, MA (Representative Guru Besar/Anggota Penguji), Prof Drs Catur Sugiyanto, MA, Ph.D (Guru Besar UGM/Anggota Penguji Eksternal),
Dr. Barkah, SE, M.Si (Dekan FEB Untan/Ketua Sidang), Dr Akhmad Yani, SE, M.Si (Promotor/Anggota Penguji), Dr Restiatun, SE, M.Si (Ko-Promotor/Anggota Penguji), Dr. Rosyadi, SE, M.Si, Dr Windu Putra, SE, MS (Kaprodi DIE/Anggota Penguji) dan Dr Jumhur, SE, M.Si (Wakil Dekan I FEB Untan/Anggota Penguji).
Dalam orasinya, Petrus Yudha Sasmita mengatakan, jika lingkungan hidup merupakan hal yang harus diperhatikan diselaraskan melalui pembangunan berwawasan lingkungan.
Terlebih pembangunan ekonomi berpengaruh terhadap kemampuan keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup seperti pencemaran udara, air dan tutupan lahan yang merugikan ekositem dan kesehatan manusia.
Kemudian, peningkatan konsumsi sumber daya ketika perekonomian tumbuh dan meningkat, permintaan terhadap sumber air, energi dan energi fosil (fuel energy) dari batu bara, minyak bumi dan gas yang dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2) dan limbah beracun.P