"Upaya pencegahan meliputi Groundcheck, patroli mandiri, dan kerja sama dengan masyarakat. Sedangkan upaya pemadaman dilakukan secara mandiri maupun kolaboratif di semua lokasi lahan yang terbakar," paparnya.
Dengan memperhatikan dinamika cuaca dan perkiraan dari El Nino, tingkat kebakaran lahan cenderung tinggi.
"Peluang terjadinya kebakaran lahan sangat besar, terutama mengingat kemarau yang panjang," ujarnya.
Sementara itu, Staf Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Singkawang, Irianto, mengingatkan bahwa kejadian Karhutla sudah terjadi di beberapa titik, terutama di Kecamatan Singkawang Tengah, Selatan, dan Utara, dalam tiga bulan terakhir.
Ia juga mengimbau masyarakat Singkawang yang tinggal di wilayah rawan Karhutla untuk tidak melakukan pembakaran, terutama selama musim kemarau seperti sekarang.
"Kami telah melakukan berbagai upaya pencegahan, mulai dari papan peringatan, banner, hingga pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di masyarakat," tegasnya.
MPA ini dibentuk untuk membantu TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni dalam upaya pencegahan dan pemadaman Karhutla.
"Kami berharap kehadiran MPA dapat membantu menyelesaikan masalah Karhutla ini," tambahnya.