YOKALBAR -- PJ Ketua Umum MW Kahmi Kalbar Wahyu Cundrik Pamungkas meminta kepada seluruh peserta Kongres HMI di Pontianak dapat melaksanakan forum persidangan dengan tertib dan menghargai waktu.
Hingga Jumat 8 Desember 2023 belum ada tanda-tanda kapan Kongres XXXII di Pontianak berakhir. Berdasarkan kabar yang beredar bahwa forum persidangan masih stagnan di pleno tiga.
"Sebaiknya Forum Kongres XXXII di Pontianak bisa dipercepat. Silahkan Konsolidasi. tapi Konsolidasikan dengan elegen, bukan dengan cara usang seperti ini. Mengulur waktu, sehingga saya nilai lepas dari substansi kongres itu sendiri," ujarnya.
Baca Juga: IBCA MMA Kalbar Bangga, 4 Atlet MMA Sabet 4 Mendali di Ajang Kejurnas Piala Menpora dan Kasau
Baca Juga: Ichiban Sushi Buka Outlet di Singkawang Grand Mall, Buruan Nikmati Diskon Promo Hingga 50 Persen
Ia juga menilai idealnya Kongres HMI menjadi wadah, ladang dan media para kader mengadu argumentasi dan mengaplikasi pengetahuan persidangan secara efektif dan efisien.
Silahkan beradu gagasan, adu strategi dan taktik dalam menuju tampuk tertinggi kepemimpinan paling puncak di HMI. Tapi lakukan dengan proses yang baik, sehat dan intelek.
"Adik HMI harus segera menuntaskan dinamika internal sesegera mungkin. Sebab ada banyak hal urgen lain yang tak kalah penting untuk di kawal dan perjuangan oleh para insan akademis hijau hitam di seluruh Indonesia," ujarnya.
Ia menuturkan saat ini sedang musim Kampanye, sedang terjadi tahapan proses pergantian kepemimpinan nasional hingga di daerah. Kader HMI perlu turut dalam mengawal perubahan kepemimpinan itu, dan memastikan seluruh proses dan tahapanya transparan da berkeadilan.
Sementara itu, Sekjen MN KAHMI Syamsul Qomar juga angkat bicara terkait pelaksanaan Kongres XXXII yang terkesan diulur-ulur oleh perilaku SC dan Pimpinan Sidang. Menurutnya para SC dan Pimpinan Sidang Kongres XXXII seperti tidak mempunya komitmen untuk menyukseskan kongres.
"Saya sebagai sekjen MN KAHMI menyayangkan perilaku SC dan pimpinan sidang kongres yang tidak memiliki komitmen yg tinggi untuk mensukses kongres," ujarnya.
Ia menerangkan pihaknya akan mengivestigasi kenapa pimpinan sidang yang sudah dipilih oleh peserta kongres dari cabang cabang seluruh indonesia, tidak hadir di persidangan lebih dari 3 x 24 jam.
"Saya mengusulkan agar kongres memberikan sangsi yg berat kepada mereka karena tindakannya sangat menghambat perjalanan kongres," ujarnya.