Sebelumnya PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), subholding PT PLN (Persero) sudah menggunakan Biomass woodchip dan cangkang sawit untuk PLTU di wilayah Kalimantan.
Sementara itu Manager PLN IP UBP Singkawang Slamet Muji Raharjo mengatakan dengan melaksanakan program co-firing, pihaknya dapat meningkatkan efisiensi pengoperasian PLTU sekaligus menekan emisi karbon yang dihasilkan.
Bahkan ia mengatakan pemanfaatan serbuk gergaji ini secara kualitas bahan bakar, kalori cukup tinggi. Dari uji coba yang dilaksanakan, PLN mendapatkan hasil proses pembakaran 10% biomassa dapat berjalan dengan sempurna serta tidak ada perbedaan karakteristik yang signifikan antara biomassa dengan batu bara pada umumnya.
"Dengan adanya pemanfaatan sawdust untuk biomassa digunakan sebanyak 10 persen dari bahan bakar batu baru yang dipakai per hari,” katanya.
Secara keseluruhan untuk tahun ini dengan pemanfaatan sawdust sebagai biomassa ini maka PLTU Bengkayang bisa melakukan efisiensi batu bara sebanyak 4 persen dari kebutuhan bahan bakar batu bara selama setahun.