Menyambut pemerintahan baru, dirinya mengatakan bahwa Program JKN akan tetap menjadi prioritas.
“Kesehatan adalah hak setiap warga negara, dan pastinya pemerintahan baru nantinya
berkomitmen untuk terus meneruskan Program JKN sebagai salah satu program strategis negara.
Kami juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk senantiasa mendukung dan menyukseskan penyelenggaraan Program JKN," ucap Hasan.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan tidak hanya berperan di sektor kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari transformasi bangsa.
Iajuga menuturkan bahwa kontribusi berbagai pihak memainkan peran penting dalam ekosistem JKN.
"Peran BPJS Kesehatan sebagai penggerak ekonomi sangat penting, namun dengan semakin besar
kepesertaan JKN, kita harus memastikan layanan di fasilitas kesehatan tetap optimal," ungkapnya.
Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional, Nunung Nuryartono menekankan pentingnya untuk
memastikan keberlanjutan dan sustainabilitas Program JKN. Menurutnya, hal ini penting untuk
diperhatikan dalam menjaga pengelolaan Program JKN.
"Pertama adalah penguatan tata kelola Program JKN, yang diiringi dengan partisipasi aktif dari
berbagai pihak. Tak hanya itu, yang terakhir adalah menjaga efektivitas program," kata Nunung.
Koordinator Advokasi Jaminan Sosial BPJS Watch, Timboel Siregar turut mendukung pentingnya
kolaborasi dengan stakeholder. Ia mengatakan bahwa BPJS Kesehatan tidak bisa berjalan sendiri,
dukungan berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk optimalisasi layanan, keaktifan peserta, dan
kesinambungan iuran.
“Melalui berbagai strategi dan kolaborasi, BPJS Kesehatan bertekad untuk menjaga
keberlangsungan Program JKN demi tercapainya Indonesia yang sehat dan sejahtera di bawah
pemerintahan yang baru. Namun melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022 semakin
mempertegas bahwa dukungan kementerian/lembaga turut serta dalam kesukesan
penyelenggaraan Program JKN,” ujar Timboel.