YoKalbar PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan komitmennya untuk memperkuat agenda pembangunan hijau di daerah.
Hal ini disampaikan saat menghadiri Konferensi Nasional Pendanaan Ekologis VI di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (5/8/2025) yang lalu.
Norsan menekankan bahwa dana yang dikucurkan ke Kalbar akan difokuskan untuk program-program yang berdampak langsung pada masyarakat dan lingkungan.
“Dana ini akan kita manfaatkan untuk mewujudkan pembangunan hijau dan langkah adaptasi terhadap perubahan iklim,” kata Norsan.
Baca Juga: 2143 Koperasi Telah Berbadan Hukum di Kalbar , Gubernur KalbarRia Norsan Komit Dukung KMP
Baca Juga: Ria Norsan Hargai Semangat Mahasiswa, Harap Aspirasi Disampaikan Secara Tertib
Konferensi ini mengusung tema “Menapak Paradigma Baru: Inovasi dan Integritas untuk Pendanaan Hijau yang Transformatif”, dan digelar oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pendanaan Ekologis (KMS-PE). Hadir pula Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono dan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya.
Wamen LH Diaz Hendropriyono menyampaikan peringatan keras soal darurat iklim. Ia menyebutkan bahwa tahun 2024 tercatat sebagai tahun terpanas dalam sejarah. Dampak paling ekstrem adalah mencairnya es di Greenland, yang bisa menyebabkan kenaikan permukaan laut hingga 7 meter.
“Kita tidak lagi bicara global warming, tapi global boiling. Ini bukan alarm biasa, tapi sinyal krisis,” tegas Diaz.
Ia juga menyoroti persoalan sampah sebagai penyumbang utama gas rumah kaca. Satu ton sampah bisa menghasilkan 1,7 ton CO2. Di Indonesia, total sampah nasional mencapai 1,7 miliar ton per tahun.
Target nasional pengelolaan sampah sebesar 50% pada 2025 dan 100% di 2029 dinilai masih jauh. Saat ini, pengelolaan sampah baru 39% secara nasional, bahkan hanya 9–14% jika berdasarkan kapasitas infrastruktur daerah.
Pemerintah pun akan memperketat kriteria penilaian Adipura. Daerah yang masih memiliki TPS liar atau landfill tidak terkelola akan didiskualifikasi.
“Kita ingin Adipura benar-benar mencerminkan komitmen lingkungan. Kalau masih ada TPS liar, ya gugur,” katanya.