kalbar

Tjhai Chui Mie Tekankan Pentingnya APAR untuk Pencegahan Kebakaran

Selasa, 30 September 2025 | 17:03 WIB
Tjhai Chui Mie mencoba penggunaan APAR (yokalbar )

YOKALBAR SINGKAWANG -- Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie menginstruksikan agar setidaknya instansi kesehatan maupun pendidikan memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Sebagai langkah pencegahan ketika musibah kebakaran terjadi.
 
“Di Singkawang ini ada sekitar enam rumah sakit, belum lagi Puskesmas dan lainnya, merngapa saya anggap ini penting, sebab potensi terjadinya kebakaran dapat dicegah secara dini jika kita dilengkapi dengan APAR,” kata Tjhai Chui Mie seusai membuka workshop penggunaan APAR yang digelar Pemadam Kebakaran atau Damkar di Pemkot Singkawang, Selasa (30/9/2025).
 
 
 
Tjhai Chui Mie kemudian didampingi Damkar mencoba langsung proses penggunaan APAR. 
 
Dirinya belajar mulai dari melepas pin hingga memanggul tabung APAR dengan berat total 5,4 kilogram.
 
“Perempuanpun bisa pakai APAR, tidak berat. Kalau saja setiap sector hingga dunia usaha memahami dengan baik fungsi alat ini, saya kira kebakaran di Singkawang dapat kita cegah sedini mungkin, Bahkan jika memungkinkan kita ingin setiap Poskamling punya APAR,” katanya. 
 
Berdasarkan data Damkar Singkawang, dalam kurun waktu tahun 2024, setidaknya terjadi 26 kebakaran baik itu rumah, pergudangan, ruko hingga kendaraan.
 
Dalam workshop penggunaan APAR, Pemerintah Kota Singkawang bekerja sama dengan PT Servvo Fire Indonesia dan PT Borneo Safety Perkasa mengadakan Workshop Sosialisasi Optimalisasi Keselamatan Kerja melalui Implementasi Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Sarana Prasarana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). 
 
Workshop resmi dibuka oleh Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie. Turut hadir pula Wakil Wali Kota, manager PT Servvo Fire Indonesia, PT Borneo Safety Perkasa, perwakilan OPD, pelaku usaha perhotelan dan restoran, serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
 
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh terkait regulasi, urgensi, jenis, fungsi, serta tata cara penggunaan APAR, sekaligus menampilkan demonstrasi langsung penggunaan APAR oleh Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan peserta workshop.
 
Wali Kota Tjhai Chui Mie menekankan pentingnya edukasi penggunaan APAR sebagai langkah antisipasi menghadapi tingginya potensi kebakaran di Kota Singkawang.
 
“Penggunaan APAR yang tepat dapat mencegah meluasnya api saat terjadi kebakaran, yang saat ini masih sering terjadi di perumahan, ruko, dan berbagai tempat lain,” ujarnya.
 
Lebih lanjut, Tjhai Chui Mie menginstruksikan agar sosialisasi serupa dapat diperluas ke lingkungan sekolah dan sarana kesehatan sebagai bagian dari upaya perlindungan fasilitas vital yang juga rawan kebakaran.
 
Sementara itu, Marketing dan Technical Manager PT Servvo Fire Indonesia, Kartadinata, menyampaikan bahwa setiap APAR yang digunakan wajib berstandar SNI sesuai Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 17 Tahun 2024.
 
“APAR tanpa standar SNI tidak hanya membahayakan, tetapi juga dapat dikenakan sanksi pidana,” jelasnya.
 
Kartadinata juga melakukan simulasi penggunaan APAR jenis powder dengan kapasitas 3 kilogram dan 6 kilogram. Ia merekomendasikan APAR 3 kilogram untuk digunakan perempuan karena bobotnya yang lebih ringan, yakni sekitar 5,4 kilogram, dibandingkan APAR 6 kilogram yang berat keseluruhannya mencapai 9,3 kilogram.
 
“Jenis APAR powder dirancang khusus untuk penanganan kebakaran di dalam ruangan. Untuk kebakaran luar ruangan, kami sarankan menggunakan APAR clean agent yang lebih ramah lingkungan dan tidak meninggalkan residu,” ujar Kartadinata.
 
Dalam kesempatan tersebut, PT Servvo Fire Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus memberikan sosialisasi penggunaan APAR secara gratis kepada masyarakat, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan edukasi keselamatan kerja.
 
“Siapa pun yang membutuhkan sosialisasi dapat menghubungi kami tanpa dikenakan biaya. Tujuan utama kami adalah meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam penanganan kebakaran secara tepat dan cepat,” tutupnya.

Tags

Terkini