kalbar

Dukung Imbauan Presiden Prabowo, Dua Daerah Ini Inisiasi Penghematan BBM untuk Masyarakat

Jumat, 20 Maret 2026 | 16:06 WIB
Tjhai Chui Mie meninjau antrean BBM di SPBU
 
Yokalbar Singkawang - Imbauan Presiden Prabowo Subianto agar dilakukan penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) direspons secara aktif  dua pemerintahan daerah di Kalimantan Barat. Kedua pemerintahan daerah itu juga mengajak warganya menggunakan BBM secara bijak serta tidak perlu panic buying. Kalimantan Barat, 20 Maret 2026 
 
Kedua pemerintah daerah tersebut adalah Pemerintah Kota Singkawang dan Pemerintah Kabupaten Bengkayang. Dalam surat edarannya, pimpinan daerah mengimbau masyarakat melakukan penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Imbauan ini sebagai langkah menjaga ketersediaan energi serta memastikan distribusi tetap merata dan kondusif di wilayah masing-masing.
peninjauan SPBU forkopimda Singkawang bersama Pertamina Kalbar (yokalbar)
 
Baca Juga: Stok BBM Aman, Kapolda Kalbar Perintahkan Jajaran Langsung Tangkap Pembelian BBM Tak Wajar
 
Baca Juga: Menjamurnya Pertamini di Sambas: Solusi Akses Energi atau Sumber Masalah Baru?
 
“Kepada masyarakat Kabupaten Bengkayang, dilakukan pengaturan pembelian BBM jenis Pertalite dengan ketentuan:
Sepeda motor <125 cc: maksimal 3 liter per hari
Sepeda motor >125 cc: maksimal 5 liter per hari
Mobil: maksimal 30 liter per hari,” tulis Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, melalui Surat Edaran (SE) yang disampaikan ke seluruh SPBU di daerahnya.
 
Sementara itu, pembelian BBM menggunakan jerigen diatur melalui mekanisme khusus dan wajib disertai surat rekomendasi dari instansi terkait. Pemerintah daerah juga melakukan penyesuaian jam operasional SPBU dengan penutupan sementara pada pukul 00.00 WIB sebagai bagian dari langkah pengendalian distribusi.
 
“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak dan tidak berlebihan. Dengan pengaturan ini, kami ingin memastikan seluruh masyarakat tetap dapat mengakses BBM secara adil dan merata, serta menjaga kondisi tetap kondusif,” ujarnya.
 
Sementara itu, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, memastikan pasokan BBM dari Pertamina ke wilayah Singkawang berada dalam kondisi normal dan tidak mengalami kendala distribusi. Fenomena antrean panjang disinyalir terjadi akibat adanya perilaku belanja panik atau panic buying di tengah masyarakat.
 
“Berdasarkan surat edaran hasil rapat bersama Gubernur Kalimantan Barat dan Pertamina, penyaluran BBM berjalan normal. Antrean yang terjadi saat ini dipicu oleh kepanikan masyarakat yang berlebihan atau panic buying,” katanya.
 
Tjhai Chui Mie memberi peringatan keras bagi oknum yang mencoba memanfaatkan situasi dengan melakukan penimbunan atau pembelian menggunakan jerigen. Ia menegaskan akan ada sanksi berat bagi SPBU yang melanggar aturan distribusi.
 
“Jangan membeli berulang kali dengan cara menyedot tangki atau menggunakan jerigen untuk dijual kembali. Semua terpantau CCTV. Jika kedapatan, sanksi berat menanti baik bagi pelaku maupun SPBU yang melayani,” ujar Tjhai.

Terkini