YOKALBAR - Amping adalah makanan khas tradisional yang terbuat dari padi yang ditumbuk. Namun kini jenis makanan cemilan di masa lalu ini seakan semakin pudar dan sulit untuk ditemukan. Terlebih kini budaya menggunakan alu dan lesung untuk mengambil beras dari bulir padi, sudah tergantikan dengan mesin seiring perkembangan zaman.
Tradisi membuat amping padi biasanya ada pada masyarakat agraris. Untuk menjaga agar kelestarian budaya dan makanan ini tidak hilang warga Sambas di Desa Jirak menggelar pesta amping.
Hal ini tentu membangkitkan memori dan kenangan warga yang sudah lama tidak mencicipi amping. Pesta berlangsung meriah karena dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sambas dan juga dihadiri DPRD Provinsi hingga ribuan masyarakat.
Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi membuka secara resmi pestival piste Amping yang diselenggarakan karang taruna “Muda Berkarya” di Halaman Sepak Bola Desa Jirak Sajad Minggu 19 Februari 2023.
Baca Juga: RSUD Abdul Aziz Sudah Bisa Layani Tindakan ERCP, Pasien Tidak Harus Berobat ke Malaysia
Seluruh warga kecamatan sajad antusias mengikuti serta menyaksikan Frestival Piste Amping ini yang diawali dengan arak arakan oleh warga dan peserta menuju lokasi Festival dengan menggunakan busana Khas adat melayu sambas.
Pada Festival ini, Selain Wakil Bupati Sambas ikut hadir menyaksikan Wakil ketua DPRD Kalbar Prabasa Anantatur beserta istri, Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga kab. Sambas I Ketut Sukardja, Pangeran Ratu Muhammad tarhan, tokoh masyarakat Burhanuddin A Rasyid dan para Forkompimcam, perangkat desa, tokoh agama serta para pemuka masyarakat Desa Jirak.
Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Panitia serta menyambut baik dalam kegiatan ini dan berharap kepada instansi terkait dinas Parpora untuk menjadikan kegiatan agenda tahunan kedepannya.