YOKALBAR - Duka mendalam menyelimuti kepergian Sigit Aditya (24) yang merupakan korban pengeroyokan di Kota Singkawang oleh sejumlah pelaku balap liar bersama rekan-rekannya.
Berikut sejumlah fakta yang dirangkum terkait insiden pengeroyokan yang menewaskan pemuda kelahiran Singkawang Timur ini.
1. Kronologi Insiden Pengeroyokan.
Insiden pengeroyokan yang dialami Sigit Aditya ini bermula saat Sigit bersama seorang rekannya bernama Andri mencoba menolong petugas kebersihan yang saat itu dikepung para pembalap liar karena membubarkan aksi meresahkan tersebut.
Baca Juga: Tips Memilih Handphone Second Untuk Bergaya di Kampung Halaman Saat Lebaran
Menurut Andri, saat itu Sigit ditabrak dari arah samping oleh seorang pelaku balap liar hingga terjadi cek-cok antara Sigit dan joki balap liar tersebut.
Menurut rekan joki balap liar sekaligus salah seorang pelaku pengeroyokan berinisial YE, Sigit sempat berkelahi dengan rekannya.
YE mengaku kepala rekannya berdarah usai berkelahi dengan Sigit.
Baca Juga: Empat Remaja Kabur Saat Lihat Patroli Polisi, Ternyata Mereka Melakukan Aktifitas Meresahkan
Tersulut emosi, YE kemudian berduel dengan Sigit.
Beberapa saat berduel dengan Sigit, rekan-rekan YE kemudian membantu YE, hingga akhirnya terjadi pengeroyokan tersebut.
Usai pengeroyokan tersebut, Sigit kemudian dibantu sejumlah pemuda dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Baca Juga: Daftar 3 Marksman Terbaik di Season 28 Mobile Legends Untuk Menuju Mythical Glory
2. Kondisi Sigit Pasca Pengeroyokan.
Usai dikeroyok hingga dirawat di Rumah Sakit, pada Minggu 26 Maret lalu, kondisi Sigit sempat stabil.
Pada sore harinya, Sigit ditemani rekan-rekannya mendatangi Mapolres Singkawang untuk membuat laporan polisi.
Saat membuat laporan tersebut, Sigit tampak berjalan sendiri, meski wajahnya tampak memar dan ditempeli perban.
Baca Juga: Presiden Jokowi: Tetapkan Aturan Batas Usia Pensiun ASN, Tidak Lagi 58 Dan 60 Tahun
Beberapa saat usai membuat laporan resmi, Sigit kembali ke rumah sakit untuk melakukan visum dan kembali melanjutkan perawatan.
Selama kurang lebih 5 hari dirawat, Direktur RSUD Abdul Aziz, dr Achmad Hardin mengatakan kondisi Sigit Stabil.
Hingga pada Jumat 31 Maret pagi, kondisinya menurun hingga kritis, kemudian meninggal dunia pada pukul 15.00 WIB.
Baca Juga: Polisi Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Tempunak Sintang
Hasil pemeriksaan kesehatan, Sigit mengalami pembengkakan otak atau dikenal Gegar Otak.
Hal ini tidak terlepas dari beban pukulan yang dia alami saat insiden pengeroyokan tersebut.
Sejumlah pelaku pengeroyokan ini memang tampak mengincar bagian kepalanya.
Baca Juga: Kapolresta Pontianak Imbau Pengelola THM Taati Jam Operasional
Hal tersebut dapat dilihat dari video yang viral di media sosial.
Selain kepala, Sigit juga mengalami sejumlah luka dan memar di bagian tubuh lainnya.
3. Tujuh Pelaku Ditangkap.
Pasca pelaporan resmi di Mapolres Singkawang, petugas mengamankan 7 pelaku yang terlibat pengeroyokan tersebut.
Baca Juga: Kebakaran di Singkawang, Satu Gudang Milik Warga Ludes
Masing-masing pelaku berinisial, GT alias Kopok, WR alias Rama, RW alias Edo, GG alias Jenglot, YE alias Erwa, NP alias Nopin dan MH alias Hafiq.
Masing-masing pelaku memukul, menendang dan menghajar Sigit saat pengeroyokan tersebut.
Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sabuk atau ikat pinggang dan helm yang digunakan oleh pelaku untuk menghajar Sigit.
Baca Juga: Ini Sosok Pria Berbaju Putih yang Tendang Korban Saat Insiden Pengeroyokan di Singkawang
4. Kerabat Sigit Gruduk Mapolres.
Tuntut keadilan untuk Sigit, ratusan orang, termasuk keluarga dan kerabat Sigit mendatangi Mapolres Singkawang.
Mereka menuntut keadilan atas meninggal dunianya Sigit akibat insiden pengeroyokan yang dialami Sigit.
Kedatangan Mereka kemudian disambut baik oleh Waka Polres Singkawang, Kompol Indra.
Baca Juga: Bubarkan Balap Liar, Temukan Pengendara Tenggak Miras
Kompol Indra juga berjanji untuk mengusut kasus pengeroyokan berujung meninggalnya dunianya Sigit secara profesional.
5. Pelaku Utama Belum Tertangkap.
Saat kedatangan Keluarga Sigit di Mapolres Singkawang, mereka menyampaikan ke Waka Polres Singkawang, Kompol Indra dan jajaran kepolisian tentang pelaku lainnya yang belum tertangkap.
Informasi ini disampaikan secara tertutup kepada pihak kepolisian.
Baca Juga: Ahmad Dhani Ingin Mantan Istrinya Maia Estianty Tampil di Konsernya
Namun, pihak keluarga Sigit meyakini pelaku yang belum tertangkap ini merupakan pelaku utama atas insiden pengeroyokan ini.
-