Menurut Sumastro, event tersebut sangat luar biasa, karena diinisiasi oleh swasta atau komunitas, tanpa ada sedikitpun menggunakan APBD. Dan sekaligus menjadi bukti kontribusi pihak swasta dalam membangun ekonomi dan pariwisata di Kota Singkawang.
“Event ini sangat luar biasa, karena diinisiasi oleh pihak swasta atau komunitas, tanpa menggunakan APBD sedikitpun. Ini adalah bukti kontribusi pihak swasta dalam membangun ekonomi dan pariwisata di Kota Singkawang,” ujarnya.
Ia mengatakan,kedepan berbagai kebijakan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif harus dikawal bersama dan bersinergi dengan seluruh stakeholder yang ada.
“Kedepan, berbagai kebijakan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, harus dikawal bersama-sama dan bersinergi dengan seluruh stakeholder yang ada,” ujarnya.
Sumastro juga mengingatkan, akan pentingnya mengoptimalkan gerakan “Bangga Buatan Indonesia”. Ia mendorong pihak Pemerintah untuk mengutamakan produk lokal Kota Singkawang dalam pengadaan barang dan jasa.
“Saya juga mendorong Pemerintah Kota Singkawang, untuk mengutamakan produk lokal Kota Singkawang dalam hal pengadaan barang dan jasa,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, David mengatakan mini event tersebut sebagai simulasi awal menuju medium event yang telah mereka persiapkan yaitu Singkawang Fashion & Food Festival pada 28 Juni – 2 Juli 2023.