kalbar

Singkawang Bebas Kasus Rabies Pada Manusia, Dinkes: Kasus Gigitan Hewan Banyak

Jumat, 23 Juni 2023 | 12:01 WIB
ilustrasi anjing terinfeksi rabies (anjing gila) di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. (istimewa).

 

YOKALBAR - Kasus rabies atau "anjing gila" pada manusia belum ditemukan di Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat, di tahun 2023 ini.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang Mursalin.

Menurut penuturannya, kasus gigitan hewan terhadap manusia memang terjadi di Singkawang, namun semua kasus gigitan tersebut tidak menyebabkan rabies.

Baca Juga: Analogikan Paspor Dengan Surat Izin Mengemudi, Dirjen Imigrasi: Ketika Tabrakan Yang Disalahkan Bukan Penerbit

"Kasus gigitan hewan banyak. Tapi kasus rabies pada manusia belum ada (di tahun 2023,-red)," terang Mursalin, Jumat 23 Juni 2023.

Seperti diketahui, di Indonesia, khususnya Kalimantan Barat, kasus rabies meningkat pesat beberapa waktu belakangan ini.

Rabies atau anjing gila merupakan penyakit yang sangat berbahaya.

Baca Juga: Digagalkan Menyebrang ke Malaysia Lewat Jalur Tikus, 5 WNI Berterimakasih ke Petugas Imigrasi dan TNI

Beberapa penelitian menyebutkan, 99,9 persen penderita akan meninggal dunia akibat virus rabies tersebut.

Penularan rabies dapat terjadi melalui gigitan dan cakaran hewan yang terinfeksi virus rabies.

Hewan-hewan yang dapat terinfeksi tersebut biasanya adalah hewan seperti anjing, kucing, monyet, kelelawar dan lainnya.

Baca Juga: Dinilai Berhasil Tangani Kawasan Kumuh, Pemkot Pontianak Diganjar KOTAKU Award

Pemberian vaksin pada hewan merupakan langkah awal dan penting untuk mencegah penyebaran rabies.

Orang yang tergigit oleh hewan, baik terinfeksi atau tidak terinfeksi rabies, sebaiknya langsung mencuci bagian yang luka dengan air mengalir dan sabun selama 10-15 menit.

Halaman:

Tags

Terkini