Melihat antusiasme peserta yang ramai bermandi di sungai dan melemparkan bakcang, Edi berpendapat bahwa tradisi ini dapat menjadi daya tarik wisata sungai, terutama saat perayaan Hari Bakcang.
"Saya yakin hal ini juga akan menjadi daya tarik wisata karena menarik minat orang-orang yang menyaksikannya, terutama para tamu dari luar Pontianak," pungkasnya.
Berdasarkan data dari berbagai sumber, Perayaan Hari Bakcang berasal dari Tiongkok dan telah berusia 2.300 tahun. Perayaan ini diadakan setiap tahun pada tanggal 5 bulan 5 dalam penanggalan Imlek.
Secara umum, perayaan Hari Bakcang melibatkan makan bakcang. Selain itu, tradisi mandi tengah hari juga menjadi bagian dari perayaan tersebut.
Perayaan Hari Bakcang telah menjadi tradisi tahunan yang dirayakan oleh masyarakat Tionghoa di seluruh dunia.
Bakcang merupakan makanan tradisional yang khas bagi masyarakat Tionghoa, dan mempunyai hari perayaannya sendiri. Makanan ini terbuat dari beras ketan yang diisi dengan daging atau ayam cincang yang lezat dan bumbunya sedap. Sejarahnya bermula pada zaman Dinasti Zhou.
Konon, bakcang diciptakan karena simpati rakyat terhadap Qu Yuan yang bunuh diri dengan melompat ke sungai Miluo.
Saat itu, masyarakat melemparkan bakcang ke sungai agar jasad Qu Yuan tidak dimakan oleh binatang air, dan mereka beralih menyantap bakcang yang dilemparkan.