kalbar

Penguatan Kapasitas MPA di Sambas, Cegah Karhutla Kejar NDC Indonesia 2030

Minggu, 25 Juni 2023 | 22:57 WIB
Penguatan Kapasitas MPA di Sambas, Cegah Karhutla Kejar NDC Indonesia 2030 (YOKALBAR)

YOKALBAR -- Gemawan telah mengambil langkah antisipatif untuk mengatasi risiko kebakaran hutan yang terus berulang dengan melakukan peningkatan kapasitas Forum Masyarakat Peduli Api (MPA) di Sambas pada Kamis (22/06/2023).

"Forum ini terdiri dari MPA yang berasal dari 11 Desa di 3 kecamatan, terutama yang memiliki kawasan hutan dan lahan gambut yang sangat rentan terhadap kebakaran hutan," ujar Dedi Wahab, Program Officer Capacity Building Gemawan, dalam acara tersebut yang berlangsung di Aula Kecamatan Teluk Keramat.

Sebelumnya, dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama oleh perwakilan MPA dari 11 desa di Kecamatan Teluk Keramat, Tekarang, dan Tanggaran untuk membentuk Posko Bersama MPA.

Baca Juga: Layak Dipuji, Babinsa di Singkawang Ini Bantu Warga yang Tak Mampu Bayar Biaya Berobat di Rumah Sakit

Baca Juga: KPU Singkawang Tetapkan DPT Pemilu 169.951 Pemilih

"Kesepakatan bersama tersebut ditandatangani pada 22 November 2022 lalu di Pontianak yang difasilitasi oleh BRGM RI. Penanggulangan risiko kebakaran hutan tidak dapat dilakukan secara sporadis dan parsial, tetapi membutuhkan perencanaan, kerjasama, dan kolaborasi," tambah pegiat sosial asal Tebas.

Kebakaran hutan dan lahan sering kali terjadi di wilayah ini. "Hampir setiap tahun terjadi kebakaran. Wilayah ini ditandai dengan dominasi lahan gambut yang rentan dan mudah terbakar," jelas Dedi.

Fenomena El-Nino yang tengah berlangsung semakin meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Kontribusi Sambas dalam Aksi Iklim Global
Kebakaran hutan dan lahan menghasilkan emisi gas rumah kaca (GRK) yang terlepas ke atmosfer. Melalui NDC (Nationally Determined Contribution), Pemerintah Indonesia menargetkan penurunan emisi GRK sebesar 32% pada tahun 2030.

Dedi menjelaskan, Sambas memiliki peran penting dalam aksi iklim global. "Hutan, gambut, dan ekosistem pesisir di Sambas memiliki kemampuan untuk mencegah krisis iklim. Krisis ekologi dapat menjadi semakin parah jika semua pihak tidak saling terhubung dan berkolaborasi secara strategis," katanya.

Sebanyak 50 peserta terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari 10 perempuan dan 40 laki-laki.

Narasumber yang hadir berasal dari BPBD Sambas, Dinsos PMD Sambas, dan KPH Sambas.

"Kami berharap kegiatan kali ini dapat semakin memperkuat komitmen bersama MPA lintas kecamatan, terutama jika dapat menciptakan peraturan bersama di antara seluruh desa. Keberadaan forum-forum serupa dapat memperbesar dampak dari aksi iklim. Kita semua berharap dapat menjaga planet ini bersama-sama," tutup Dedi.

Tags

Terkini