YOKALBAR - Merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mengadakan serangkaian acara yang beragam.
Mulai dari menanam pohon peneduh di SMPN 29 Pontianak, menyosialisasikan pembuatan eco enzim dan kompos untuk warga, mengadakan kampanye peduli lingkungan di Waterfront bersama aktivis lingkungan dan berbagai elemen lainnya, menanam 400 pohon secara serentak di seluruh sekolah di Kota Pontianak, hingga melibatkan tantangan di media sosial.
Tema yang diusung dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia kali ini adalah 'Solusi untuk Polusi Plastik'.
Baca Juga: Hal Yang Mesti Dilakukan Saat Menyambut Liburan saat Lebaran
Baca Juga: Momen Idul Adha, Pengusaha Sukses di Kota Singkawang Ini Ikut Sumbang Sapi Kurban
Sebagai langkah pengurangan penggunaan kantong plastik, Pemkot Pontianak telah mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwa) Nomor 6 Tahun 2019 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak juga telah melakukan upaya lain, seperti membangun 23 bank sampah di setiap kelurahan dan satu bank sampah mini di sebelas sekolah di Kota Pontianak.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menjelaskan bahwa Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, setiap harinya menerima sekitar 300 ton sampah dari rumah tangga, industri, sekolah, dan perkantoran.
Produksi sampah dapat meningkat pada musim tertentu.
"Di tahun ini dan ke depannya, kita harus menyelesaikan permasalahan sampah di lingkungan kita. Artinya, kita tidak perlu lagi menambah beban di TPA. Pengelolaan masalah sampah tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Masyarakat juga harus terlibat melihat keterbatasan anggaran dan sumber daya yang kita miliki," ucapnya setelah Peringatan Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Bank Sampah Palm Asri, Jalan Dr. Wahidin S, Kelurahan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota, pada Minggu (25/6/2023).