Ia berkomitmen untuk tidak mengulangi kesalahan yang telah membuatnya tergoda dengan tawaran pekerjaan yang tidak jelas sumbernya di luar negeri. Ia tidak ingin menyusahkan keluarga tercintanya lagi.
Perlu diketahui, semua korban ini ditawari pekerjaan sebagai karyawan di sebuah perusahaan Game Online, namun berakhir menjadi korban penipuan di dunia maya.
Penipuan ini dimulai dengan pesan ramah dari orang asing yang menarik perhatian di dunia maya. Namun, ternyata sosok menarik tersebut adalah penipu yang sebenarnya merupakan korban perdagangan manusia.
Mereka dipaksa untuk melakukan aksi penipuan dari tempat-tempat yang mirip dengan penjara di berbagai lokasi di Asia Tenggara. Mereka sering menemukan mangsa melalui situs kencan, media sosial, dan aplikasi pesan.