kalbar

Menteri Basuki Ungkapkan Pentingnya Sektor Air dalam Upaya Kurangi Kemiskinan

Senin, 28 Agustus 2023 | 19:46 WIB
Menteri Basuki mengungkapkan pandangannya saat berbicara dalam acara World Water Week 2023 Asia-Pacific Focus Finance Sessions di Stockholm (yokalbar)

YOKALBAR - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yaitu Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa sektor air memainkan peran yang penting dalam upaya mengurangi kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, kesehatan, dan pelestarian lingkungan.

Oleh karena itu, diperlukan solusi-solusi yang memadai dalam hal pembiayaan sektor air guna memperkuat ketahanan pangan dan air sebagai dampak dari perubahan iklim.

Dalam konteks Indonesia, air minum, sanitasi, dan proyek pembangunan infrastruktur penyimpanan air seperti waduk, saat ini bergantung pada dana yang diberikan oleh Pemerintah Pusat (APBN) dan Pemerintah Daerah (APBD).

Namun, dana ini memiliki keterbatasan yang signifikan, sementara perlunya infrastruktur tersebut sangat mendesak.

Baca Juga: Kementerian Agama Perkenalkan Games MB Junior, Dorong Moderat Sejak Dini

Baca Juga: Satu Anggota Paspampres Jalani Penyelidikan Buntut Didugaan Pembunuhan Pemuda Asal Aceh

Menteri Basuki mengungkapkan pandangannya saat berbicara dalam acara World Water Week 2023 Asia-Pacific Focus Finance Sessions di Stockholm, Swedia pada tanggal 22 Agustus 2023. Beliau menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan sektor swasta dalam upaya pembangunan infrastruktur untuk air minum, sanitasi, dan bendungan.

Kementerian PUPR secara aktif mendukung penyediaan air minum dengan mendorong berbagai skema pembiayaan, termasuk Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) serta pembiayaan yang bersifat campuran (blended financing) untuk proyek-proyek berukuran besar, bahkan hingga proyek-proyek berukuran kecil yang dapat diakses melalui pembiayaan mikro.

Menteri Basuki juga memberikan contoh beberapa proyek yang saat ini telah menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), seperti proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Pekanbaru, Bandar Lampung, Semarang Barat, Umbulan, dan Dumai-Rokan Hilir-Bengkalis.

Selain itu, Menteri Basuki menyebutkan bahwa terdapat beberapa proyek yang saat ini sedang dalam tahap persiapan dengan skema KPBU, di antaranya Bendungan Merangin, Bendungan Bodri, irigasi Komering, SPAM Bintang Bano, SPAM Jatiluhur I, SPAM Karian Serpong, dan Jatiluhur II.

Menteri Basuki juga mengundang partisipan untuk bergabung dalam World Water Forum ke-10 di Bali yang akan diselenggarakan dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, tepatnya pada tanggal 18 hingga 24 Mei 2024. Forum tersebut akan mencakup berbagai proses tematik, regional, dan politik. Terdapat enam sub-tema yang akan dijelajahi dalam proses tematik, di mana isu investasi dalam sektor air menjadi fokus utama dalam Sub-tema kelima yang mengangkat tema Pembiayaan Sektor Air Berkelanjutan.

Dalam acara tersebut, Menteri Basuki didampingi oleh Dubes RI untuk Swedia dan Latvia yaitu Kamapradipta Isnomo, Direktur Jenderal Perumahan yaitu Iwan Suprijanto, Staf Ahli Menteri PUPR yang bertanggung jawab atas Teknologi, Industri, dan Lingkungan yaitu Endra S. Atmawidjaja, dan Direktur Utama PT. Brantas Abipraya yang dikenal sebagai Sugeng Rochadi.

Tags

Terkini