YoKalbar – Anggota DPRD Kabupaten Sambas, H Eko Suprihatino mengapresiasi penurunan Angka Prevalensi Stunting di Kabupaten Sambas. Meski masih kecil, tapi itu merupakan capaian yang memerlukan kerja keras bersama.
“Apresiasi tentunya kepada Pemkab Sambas melalui seluruh jajarannya, yang sudah berhasil menurunkan angka stunting di Kabupaten Sambas hingga 2,1 persen,” kata Politisi PKS Sambas ini.
Baca Juga: Terancam Tilang, Lakukan Ini Saat Berkendara
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sambas, Hj Fatma Aghitsni mengatakan berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) capaian indikator angka prevalensi stunting di Kabupaten Sambas mengalami penurunan hingga 2,1 persen. Dari angka sebelumnya 32,6 persen menjadi 30,5 persen di 2022. “Sesuai urutan pencapaian percepatan penanganan stunting di Provinsi Kalimantan Barat. Kabupaten Sambas semula menduduki urutan ke empat tertinggi angka stuntingnya. Saat ini, Sambas menempati urutan ke enam tertinggi,” kata Fatma.
Baca Juga: Sambas Punya Pawai Kapal Hias
Walupun terjadi penurunan 2,1 persen, masih perlu kerja keras untuk mencapai target yang telah ditentukan (2024 dengan target 14 persen). Ini perlu dukungan semua pihak untuk bersama dapat menurukan angka stunting hingga mencapai target.(*)
Artikel Terkait
Turnamen Tingkat Desa, Lahirkan Pemain Sepakbola Muda
Ingatkan Jangan Lupa Sejarah
Kamtibmas Kondusif, Kunci Majunya Kepariwisataan