dr Mawar Ditemukan Tidak Bernyawa, Puluhan Saksi Diperiksa Polisi

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Sabtu, 18 Maret 2023 | 10:58 WIB
Humas Mabes POlri memberikan keterangan pers terkait rencana penindakan barang thrifting atau lelong (yokalbar)
Humas Mabes POlri memberikan keterangan pers terkait rencana penindakan barang thrifting atau lelong (yokalbar)

YOKALBAR - Polri mendalami kasus meninggalnya dr. Mawartih Susanty, Sp.P yang akrab disapa dr. Mawar di rumah dinasnya, di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Polri melalui Polda Papua telah melakukan 6 kali olah TKP dan memeriksa sedikitnya 28 saksi.

 

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, Polda Papua telah melakukan sedikitnya 6 kali Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa 28 saksi untuk menemukan titik terang dalam kasus tewasnya dr. Mawar.

 

“Saat ini Polda papua sudah melakukan olah TKP sebanyak 6 kali, dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi saat ini sudah 28 saksi diambil keterangannya, kemudian tentu penyidik sudah mengumpulkan bukti-bukti salahsatunya rekaman kamera pengawas atau CCTV, kata Ramadhan, Kamis (16/3/2023).

 

Ramadhan juga mengatakan, saat ini penyidik tengah menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik sehingga nantinya penyidik bisa mengambil kesimpulan secara menyeluruh terkait tewasnya satu-satunya dokter spesialis paru di Indonesia timur tersebut.

 

Sementara, Kepala Bidang Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan, jasad Mawar pertama kali ditemukan oleh saksi berinisial M (32) yang merupakan seorang perawat dan sopir korban. Saat itu, saksi hendak menjemput korban untuk diantar ke Apotik Pelita dalam rangka praktik.

 

“Saat sampai di rumah korban, saksi menunggu di luar rumah. Akan tetapi saat itu dokter atau korban tidak kunjung keluar. Saat itu saksi pun memutuskan untuk menghubungi ke telepon selulernya, namun tak kunjung direspon,” katanya.

 

Lantaran tak kunjung ada respon dari korban, saksi M lalu menghubungi rekannya, perawat Apotik Mulia berinisial RR dan seorang perawat di Apotik Pelita berinisial F. Tak lama kemudian, kedua saksi datang ke rumah korban.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Sumber: Humas Polri

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X