Menurut pengakuan dari keluarga salah satu korban bahwa anaknya dipukul pada bagian kepala dan pelipis secara terus menerus oleh pelaku.
Pukulan itu menyebabkan memar yang masih berbekas hingga anaknya meninggal dunia. Sejumlah 3 pelajar meninggal dunia.
Sedangkan lainnya masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Setelah viralnya cuitan dan unggahan video penganiayaan dari akun Twitter @jaesahiy_ . Polisi mulai bergerak dan mengusut kasus ini sampai pelaku dapat diamankan.
"Pelaku yang ada di video viral itu sudah kita amankan inisial AF," ucap Kasat Reskrim AKBP Ridwan Jason Maruli Hutagaol saat menggelar Press Release di Mapolrestabes Makassar, Rabu 1 Maret 2023, sebagaimana dikutip Yokalbar.com.
Ridwan menjelaskan kronologi sebenarnya dalam kasus ini bahwa para pelajar tersebut sebelumnya sudah minum anggur merah.
Setelah itu mereka minum Miras oplosan selama tiga hari berturut-turut di tiga tempat: depan bengkel, sekolah, dan kos-kosan. Sebelum akhirnya tiga orang pelajar tersebut meninggal dunia.
"Sebelum pesta Miras itu mereka sudah sering minum Ballo. Pada tanggal 20 Februari itu AF ini menemukan alkohol 96% di sebuah rumah kosong yang di mana alkohol itu bekas Covid-19 (digunakan untuk hand sanitizer)," lanjutnya.
Tersangka AF ternyata membawa alkohol 96% tersebut ke kos-kosan dan meraciknya dengan minuman bersoda merek Coca-Cola.
Kemudian mereka minum pada 20 Februari malam di depan kos-kosan, sebuah bengkel. Mereka yang meminum itu berjumlah 8 orang (termasuk AF dan tiga orang yang meninggal dunia).
Polisi juga memberikan tanggapan perihal tersangka yang merupakan anak seorang anggota polisi.
"Sehubungan dengan viralnya ada anak oknum polisi yang diduga melakukan penganiayaan itu hoaks. Bahwa orang tua AF (terduga pelaku) pekerjaannya wiraswasta merangkap RT," bebernya Ridwan.
Dalam Press Release, Ridwan juga menjelaskan bahwa memang ada anak purnawirawan polisi yang ikut terlibat dalam pesta miras tersebut. Namun anak tersebut juga meninggal dunia.
Baca Juga: Mabes Polri Turun Tangan Selidiki WNI Terjebak di Myanmar