Yokalbar - Sebuah video viral memperlihatkan tiga anggota suku Togutil, suku tertua di pedalaman Halmahera, Maluku Utara, tiba-tiba mendatangi lokasi pekerja tambang.
Kedatangan mereka disambut hangat oleh para pekerja tambang, yang kemudian mengajak mereka makan bersama.
Dalam video tersebut, terlihat salah satu pekerja tambang dapat berkomunikasi dengan mereka dalam bahasa suku Togutil.
Baca Juga: Bantu Promosikan TransJakarta, Profil Zoe Levana yang Viral karena Melanggar Aturan
Pekerja tersebut menjelaskan bahwa mereka adalah suku Togutil yang telah keluar dari hutan.
Ketiga anggota suku Togutil yang terdiri dari seorang pria dan dua anak perempuan itu diajak makan di sebuah bangunan semipermanen di lokasi tambang tersebut.
Suku Togutil
Suku Togutil adalah kelompok etnis yang hidup secara nomaden di hutan-hutan Halmahera Utara, Maluku Utara.
Mereka sangat bergantung pada keberadaan hutan asli dan bermukim secara berkelompok di sekitar sungai.
Kehidupan mereka yang tergantung pada alam sering kali terganggu oleh aktivitas manusia, termasuk eksploitasi sumber daya alam.
Aktivitas Tambang di Halmahera
Di Halmahera terdapat tiga konsesi nikel utama, yaitu PT Weda Bay Nickel (WBN), PT Tekindo Energi, dan PT Position.
Kehadiran industri tambang ini mempengaruhi keseimbangan alam di wilayah tersebut, yang kemungkinan besar juga berdampak pada kehidupan suku Togutil.
Reaksi di Media Sosial
Reaksi netizen di media sosial mencerminkan kekhawatiran terhadap keseimbangan alam yang terganggu akibat eksploitasi sumber daya alam.
Salah satu pengguna X (sebelumnya Twitter) dengan akun @_NeverAlo#**ly menulis, "Apakah mereka merasa terancam karena hutan dibabat habis, keseimbangan alam terganggu dengan adanya eksploitasi sumber daya alam?"
Baca Juga: Zoe Levana Klarifikasi Soal Video Nyosor Gus Zizan di Klub Malam
Video viral ini mengundang perhatian publik terhadap kondisi suku Togutil dan dampak aktivitas pertambangan di wilayah mereka.
Artikel Terkait
Bank Jateng Apresiasi Promedia Teknologi sebagai Ekosistem Media Daring yang Sehat
Langkah Awal Revitalisasi Kawasan Pecinan, Pemkot Semarang Akan Benahi Kawasan Kelenteng Tay Kak Sie Dan Gapura Masuk
Keputusan Final BKN dan Menpan RB Bikin Honorer Kategori Ini dalam Bahaya
Menteri PANRB Bahas Progres Pengadaan PPPK dan Platform Digital Manajemen ASN Bersama BKN
Sri Mulyani Akan Berikan Bonus Rp8-20 Juta Khusus Pegawai Non-ASN Jelang Lebaran Idul Adha