Sejak penahanan Nadiem pada 4 September 2025 lalu, Franka mengakui rutinitas keluarganya berubah drastis. Sosok ayah yang biasa hadir di tengah anak-anaknya kini hanya bisa mereka bayangkan melalui cerita dan doa.
Meski berat, Franka meyakini anak-anaknya memahami bahwa sang ayah sedang berjuang di jalur hukum demi memperjuangkan kebenaran.
“Saya mewakili keluarga dan keempat anak saya, bersyukur hari ini bisa mengikuti sidang praperadilan,” tukasnya.*
Artikel Terkait
Kisruh Program Makan Bergizi Gratis: Dapur SPPG Panakkukang Diduga Tutup karena Patokan Rp6.500 per Porsi
Gebrakan Anyar Menkeu Purbaya ke BUMN: dari Janji Lunasi Tunggakan Rp55 T hingga Sidak Keliling Bank
Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana 29-30 September 2025 di Tanah Air
Insiden Robohnya Bangunan Pondok Pesantren di Sidoarjo, Tim Gabungan Masih Lanjutkan Evakuasi
Telisik Aksi Nekat Pemotor Arogan di Ciwidey: Adang Bus demi Konvoi, Polisi Turun Tangan