Kepala BNPB kemudian menyinggung tentang viralnya video di media sosial yang dinarasikan masyarakat di dua wilayah tersebut menjarah minimarket.
“Itu mereka mengambil bahan makanan, Pak dan tidak bersifat menjarah atau merusak, memecahkan kaca, dan sebagainya. Tidak, tapi dia menjarah bahan makanan,” ucapnya.
“Mungkin mereka khawatir, takut karena tertutup, dan bahan makanannya terbatas sehingga itu dilakukan dan ini viral di media sosial,” sambungnya.
Membuka Jalur Transportasi di Lokasi Longsoran
Lebih lanjut, BNPB tengah berupaya untuk membuka jalur transportasi untuk bisa menembus daerah yang aksesnya masih terputus.
“Ini yang masih belum tembus ya Pak Menko, dari Tapanuli ke Sibolga karena di sini ada longsoran-longsoran yang sangat panjang,” kata Suharyanto.
Longsoran yang memutus dua daerah tersebut, kata Suharyanto jaraknya sepanjang hampir 50 km.
“Sekarang dengan satgas gabungan TNI dan Polri sudah berusaha membuka dan menurut penjelasan kemarin sore, paling tidak butuh waktu 3 hari,” terangnya.
Sementara itu, menurut laporan yang diterima, untuk wilayah Sumatera Utara tercatat 172 orang meninggal dunia dan 147 orang dinyatakan hilang.
“Kemudian yang terdampak ini cukup banyak, masyarakat yang selamat ini mengungsi,” tukasnya.
Artikel Terkait
TNI AL KERAHKAN KRI DAN BANTUAN KEMANUSIAAN SKALA BESAR KE ACEH, SUMATERA UTARA, DAN SUMATERA BARAT
Pemerintah Kerahkan 11 Helikopter dari Jakarta untuk Distribusi Bantuan di Sumut, Aceh, Sumbar
Momen Anak Makan MBG di Tengah Banjir: Terima Kasih Pak Prabowo, Program Bermanfaat
BNPB Kerahkan Pesawat Jangkau Wilayah Terisolasi di Aceh, Pemerintah Pastikan Kebutuhan Warga Terdampak Terpenuhi
Deru Hilir Mudik Pesawat di Langit Aceh Jadi Viral, Warganet Puji Instruksi Cepat Prabowo