Potret Perjuangan di Aceh: Relawan Sedih Lihat Warga Jalan Kaki Cari Makan di Tengah Jalur Putus

photo author
Turnado, YoKalbar
- Selasa, 23 Desember 2025 | 14:35 WIB
Tangkapan layar kondisi jalanan menuju desa Bener Meriah, Aceh yang tersendat karena jalur belum sepenuhnya terbuka.  (TikTok/Bang Am)
Tangkapan layar kondisi jalanan menuju desa Bener Meriah, Aceh yang tersendat karena jalur belum sepenuhnya terbuka. (TikTok/Bang Am)

YOKALBAR - Niat mulia untuk mengantarkan bantuan logistik bagi korban banjir bandang di Bener Meriah, Aceh, harus berbenturan dengan kenyataan pahit di lapangan.

Akses jalan yang lumpuh total akibat material banjir dan longsor membuat distribusi bantuan tersendat, meninggalkan para pengungsi dalam penantian yang panjang.

Kisah perjuangan ini dibagikan oleh seorang relawan melalui akun TikTok @Bang Am pvda pada Senin, 22 Desember 2025.

Dalam unggahannya, tampak medan yang sangat sulit dilalui, memaksa para relawan bertaruh tenaga dan waktu demi mencapai titik lokasi pengungsian.

Bagi para relawan, perjalanan menuju lokasi bencana kini menjadi ujian kesabaran yang luar biasa. Jalur yang belum sepenuhnya terbuka membuat kendaraan pengangkut bantuan tak berkutik di tengah jalan.

"Ini akses terlalu susah untuk kita bawa logistik," ujar pria dalam video tersebut, menggambarkan betapa beratnya medan yang harus ditembus.

Bahkan, bantuan yang seharusnya tiba dalam hitungan jam, terpaksa tertahan hingga berhari-hari karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan untuk dipaksakan.

"Kami saja antar logistik berhari-hari kami nyangkut di sini," pungkasnya.

Namun, di balik kesulitan para relawan, ada pemandangan yang jauh lebih menyayat hati.

Sang relawan menyaksikan bagaimana warga lokal harus bertaruh nyawa dengan berjalan kaki menembus jalur berbahaya hanya untuk mencari kebutuhan pokok yang kian menipis.

"Orang-orang pun ke sini jalan kaki untuk mencari sesuap nasi," tuturnya.

Melihat kegigihan warga yang terpaksa berjalan jauh di tengah sisa-sisa bencana, relawan tersebut tak kuasa menahan rasa iba.

Ia merasakan langsung betapa berat beban yang harus dipikul oleh masyarakat Bener Meriah saat ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Turnado

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X