"Sulit, sedih lihatnya. Kayak beginilah perjuangan mereka cari nafkah, cari sesuap nasi," imbuhnya dengan nada penuh empati.
Satu-satunya harapan yang tersisa bagi para relawan dan warga adalah percepatan pembersihan akses jalan.
Tanpa jalur yang memadai, bantuan logistik akan terus tertahan dan penderitaan warga akan semakin panjang.
"Harapanku semoga cepat selesai jalur ini, supaya kita gampang untuk bawa logistik," katanya menutup cerita penuh perjuangan tersebut.
Kisah dari Bener Meriah ini menjadi pengingat bahwa pahlawan di lapangan bukan hanya mereka yang memberi, tapi juga mereka yang harus berjuang menembus batas ketidakmungkinan demi memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat.*
Artikel Terkait
Personel TNI di Aceh Tamiang Sertu Giman Lega Bisa Selamatkan Warga Meski Rumah Hancur
Raffi Ahmad hingga Iko Uwais Donasikan Hasil Tiket Film Timur untuk Korban Bencana di Sumatera
Aklamasi di Munas V LPM RI, Ahmad Doli Kurnia Tanjung Resmi Nahkodai LPM RI 2025–2030
Tragedi Sitahuis Tapteng: Warga Minum Air Hujan hingga Saksikan Anak Menggigil Kedinginan di Tengah Hutan
Momen Haru Pertemuan Ibu dan Anak di Penjara: Mau Ketemu Mama