YOKALBAR - Beredar video di media sosial yang menunjukkan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di kawasan Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.
Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Jumat, 23 Januari 2026, para ASN itu diduga berlari kocar-kacir saat dirazia Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh dalam rangka penertiban ASN.
Disebutkan, para ASN yang bekerja di Banda Aceh dan Aceh Besar itu terkena razia Satpol PP lantaran asyik ngopi alias bersantai di warung kopi (warkop), saat jam kerja berlangsung.
"ASN Kocar-kacir dirazia Satpol PP, nongkrong di warkop saat jam kerja," demikian tertulis dalam postingan tersebut.
Pada razia tersebut, terdapat 13 ASN yang diduga asyik nongkrong di warung kopi saat jam kerja.
"Mereka yang kedapatan duduk santai saat jam kerja tersebut pun dilakukan pemeriksaan identitas,” ungkap postingan itu.
“(Hal tersebut) untuk memastikan status kepegawaiannya, lalu dilakukan pembinaan ditempat," sambungnya.
Lantas, bagaimana tanggapan dari pihak Satpol PP ihwal penertiban ASN di sejumlah wilayah Aceh tersebut? Begini katanya.
Penertiban ASN Bakal Rutin Digelar di Aceh
Dalam postingan itu disebutkan, Plt. Kasatpol PP dan WH Aceh, Tarmizi telah menegaskan razia dan pengawasan terhadap ASN akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
"Hal ini sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan aparatur yang disiplin, profesional, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tegasnya.
Hingga Jumat, 23 Januari 2026, postingan itu telah disukai oleh 2,625 ribu pengguna Instagram.
Tidak sedikit warganet yang turut memberikan reaksi mereka di kolom komentar, ihwal kejadian tersebut.
"Di polisi ada Propam, di Pemda ada Satpol PP yang bikin ketar-ketir," ungkap warganet melalui akun @rehan.kzl.
Artikel Terkait
Indonesia Tutup 1.000 Tambang Ilegal, Prabowo: Tak Ada Kompromi, Paling Berani Sepanjang Sejarah
Di Davos, Prabowo Tegaskan Indonesia sebagai Titik Terang Ekonomi Global
Pidato Prabowo di WEF 2026: Indonesia Tegas Pilih Perdamaian daripada Kekacauan
Di Davos, Prabowo Tegaskan Pendidikan sebagai Kunci Lepas dari Kemiskinan
Rendahnya Upah Guru Honorer Dinilai Bikin Kinerja Tak Maksimal di Sekolah, Aturan soal Anggaran Kini Jadi Sorotan