Bencana Longsor di Cisarua Bandung Barat: 8 Orang Ditemukan Meninggal Dunia, 82 Korban Masih dalam Pencarian

photo author
Turnado, YoKalbar
- Sabtu, 24 Januari 2026 | 21:57 WIB
Kesaksian Korban Selamat usai Bencana Longsor di Bandung Barat, Ngaku Sempat Dengar Dentuman Keras dari Daerah Hulu. (Foto: Instagram @asarhumanity - INDEPENDENMEDIA.ID)
Kesaksian Korban Selamat usai Bencana Longsor di Bandung Barat, Ngaku Sempat Dengar Dentuman Keras dari Daerah Hulu. (Foto: Instagram @asarhumanity - INDEPENDENMEDIA.ID)

YOKALBAR - Bencana tanah longsor terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Berdasarkan data sementara, terdapat puluhan rumah yang terdampak akibat material longsor.

Dalam unggahan akun Instagram @infojawabarat, pada Sabtu, 24 Januari 2026, terlihat kondisi pascabencana longsor di lokasi kejadian.

"Diperkirakan 20 lebih rumah warga terdampak bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat," demikian laporan dalam postingan itu.

Berdasarkan penelusuran, longsor tersebut memang telah berdampak langsung pada sedikitnya 20 rumah warga di Kampung Babakan RT 05 RW 11.

Dari jumlah itu, hanya 1 rumah yang dilaporkan masih berdiri utuh, sementara sisanya tertutup material tanah dan bebatuan dari lereng gunung di sekitar permukiman.

Korban Bencana Longsor di Cisarua Dalam kesempatan berbeda, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman mengungkapkan dari total 113 warga yang terdampak, 23 orang berhasil selamat dan telah dievakuasi ke tenda darurat.

"Dari 113 warga yang tertimpa longsor, 23 selamat dan sudah kita amankan," ungkap Herman di lokasi kejadian, Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Sementara itu, terdapat 8 orang yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dan 82 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

"Kemudian ada 8 orang ditemukan meninggal dunia, dan 82 lainnya masih dalam proses pencarian," ucap Herman.

Dugaan Alih Fungsi Lahan Herman menuturkan, hasil pengamatan awal di lapangan menunjukkan adanya dugaan alih fungsi lahan dari kawasan hutan atau kebun dengan tanaman keras menjadi kebun sayuran atau palawija.

"Kawasan ini dulunya lahan dengan tanaman keras, tapi sekarang sebagian besar menjadi kebun palawija," tuturnya.

"Saat hujan deras turun, ditambah adanya aliran air, meskipun kecil, kemungkinan terjadi bendung alam dari batu dan kayu yang kemudian jebol," jelas Herman.

Herman menilai, kondisi tersebut diduga memicu banjir bandang yang disertai longsor, meski penyebab pastinya masih memerlukan kajian lebih lanjut dari para ahli.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Turnado

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X