“Oleh karena itu, hilal menjelang awal Ramadan 1447 H pada hari rukyat ini secara teoritis diprediksi mustahil dapat dirukyat, karena posisinya masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam,” paparnya.
Kriteria visibilitas hilal atau imkan rukyat ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yakni tinggi minimum 3 derajat dan elongasi minimum 6,4 derajat.
1 Ramadan 1447 Hijriah Menurut Muhammadiyah
Sementara itu, Muhammadiyah sudah lebih dulu menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Selain awal puasa, Muhammadiyah juga telah menetapkan bahwa Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026.***
Artikel Terkait
Memperkuat Barisan, Dony Ahmad Munir Resmi Gabung Gerindra: Semangat ‘Prabowo Dua Periode’ Menggema di Sumedang
Pengamat Ingatkan Insentif Fiskal Awal 2026 Bisa Memicu Pertumbuhan Sekaligus Inflasi
Ekspansi Global, Ekonomi: Bank Syariah Indonesia Jangan Menekan Margin
Seporsi MBG dan Senyum yang Lebih Tenang di Wajah Anak-Anak Difabel Sumba
Bertemu Wakil Palestina di PBB, Menlu Sugiono Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Palestina