Dalam postingan yang sama, disebutkan seorang warga setempat menduga siswa harus menunggu lama hanya untuk menu yang dinilai tidak sebanding dengan harganya.
Warga tersebut lantas mencontohkan menu yang dibagikan dalam momentum Ramadan 2026 itu berupa bakpao, telur rebus, dan pisang.
Menu tersebut dianggap belum mencerminkan nilai anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp10.000 per porsi.
"Bukan tidak bersyukur, tapi ini juga (menu MBG) dari uang pajak masyarakat," ungkap seorang warga di Banyumas.
"Jadi wajar kalau orang tua berharap menu yang diberikan sesuai dengan standar program MBG," sambungnya.
Hingga berita ini terbit, belum ada penjelasan resmi dari otoritas berwenang mengenai penyebab kasus keterlambatan distribusi makanan tersebut.
Kendati demikian, besar harapan warga setempat agar proses distribusi makanan dapat berjalan tepat waktu pada masa mendatang.*
Artikel Terkait
Pakar Sorot Anggaran Fungsional Pendidikan Malah Bertambah Meski Ada MBG
Menu Ramadan Diprotes, Dapur MBG di Pekalongan Konsisten Sajikan Roti, Ayam, Tahu Tempe dan Pisang
Kunker Menko Pangan Zulkifli Hasan ke Pemalang Bakal Disambut Aksi Demo Soal MBG
MBG Ramadan Roti Susu Telur dan Kurma: Anak-Anak Antusias Menanti Setiap Hari
Viral Menu MBG di Jogja Tuai Pujian, Dilengkapi Label Gizi dan Harga demi Atasi Kecemasan Warga soal Kualitasnya