Harga Minyak Naik, OPEC+ Tambah Kuota Produksi pada Juni 2026

photo author
Turnado, YoKalbar
- Senin, 4 Mei 2026 | 10:32 WIB
Ilustrasi kilang minyak dunia saat harga minyak naik akibat konflik Timur Tengah (Ulasbandung.com / Net)
Ilustrasi kilang minyak dunia saat harga minyak naik akibat konflik Timur Tengah (Ulasbandung.com / Net)


YOKALBAR - Kelompok negara produsen minyak yang tergabung dalam OPEC+ menyepakati peningkatan target produksi sekitar 188.000 barel per hari untuk Juni 2026.

Keputusan ini menjadi kenaikan kuota bulanan ketiga secara berturut-turut di tengah ketidakstabilan pasokan energi global.

Mengutip laporan Reuters, tujuh negara utama yang menyetujui kenaikan produksi tersebut adalah Arab Saudi, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, Rusia, dan Oman.

Sementara itu, Uni Emirat Arab resmi keluar dari OPEC+ per 1 Mei 2026, sehingga jumlah anggota kini menjadi 21 negara, termasuk Iran. Selama ini, kebijakan produksi OPEC+ banyak dipengaruhi oleh tujuh negara tersebut bersama UEA.

Kebijakan ini diambil saat konflik di Timur Tengah masih berlangsung dan berdampak signifikan terhadap distribusi energi dunia.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran sejak 28 Februari 2026 menyebabkan penutupan Selat Hormuz, jalur vital ekspor minyak dari kawasan Teluk.

Akibatnya, pengiriman minyak dari negara-negara seperti Arab Saudi, Irak, dan Kuwait mengalami hambatan.

Situasi semakin diperparah dengan penurunan ekspor minyak Iran setelah Amerika Serikat menerapkan blokade sejak April 2026.

Meski sejumlah negara produsen sebelumnya memiliki kapasitas untuk meningkatkan produksi, gangguan jalur distribusi membuat pasokan tetap terbatas.

Sumber Reuters menyebutkan bahwa kenaikan produksi sebesar 188.000 barel per hari lebih bersifat simbolis.

Pasalnya, pengiriman minyak belum sepenuhnya pulih selama konflik masih berlangsung dan Selat Hormuz belum kembali normal.

Gangguan pasokan ini mendorong lonjakan harga minyak dunia yang sempat menembus 125 dolar AS per barel—level tertinggi dalam empat tahun terakhir. Kondisi ini juga memicu kekhawatiran akan potensi kelangkaan bahan bakar pesawat dalam satu hingga dua bulan ke depan, sekaligus meningkatkan tekanan inflasi global.

Kenaikan kuota produksi kali ini hampir setara dengan bulan sebelumnya yang mencapai 206.000 barel per hari, meskipun telah disesuaikan setelah keluarnya Uni Emirat Arab dari OPEC+.

Langkah ini menunjukkan bahwa OPEC+ tetap mempertahankan pendekatan produksi yang konsisten dan siap meningkatkan pasokan ketika situasi geopolitik mulai mereda.

Dalam laporan bulanan OPEC, produksi minyak mentah tercatat mencapai 35,06 juta barel per hari pada Maret 2026. Angka tersebut turun sekitar 7,7 juta barel per hari dibandingkan Februari akibat gangguan ekspor dari Irak dan Arab Saudi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Turnado

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X