Targetkan Foto Erupsi
Dalam perjalanan wisatannya, Djangu bercerita kala itu ia dan pendaki yang didampinginya menargetkan foto erupsi dan percikan lahar Gunung Dukono.
"Target kami adalah fotografi erupsi dan percikan lahar dari jarak yang direkomendasikan," terangnya.
"Beberapa hari lalu kami ke kantor volcanology lihat lansung aktivitas vulkanik gunung Dukono yang terekam dalam alat seismograf," tambah Djangu.
Di kantor tersebut, Djangu menyebut, ada peta yang menunjukan bahwa bukaan kawah mengarah ke arah utara atau Jalur Mamuya.
"Oleh karena itu pendakian yang aman itu dari jalur timur, namun saat itu kami batal mendaki karena aktifitas masih tinggi," tutur Djangu.
"Dan arah angin ke arah selatan dan timur bahkan sering berubah ke Utara dalam beberapa jam," sambungnya.
Sebut Ada Kejanggalan di Gunung Dukono
Sebagai pemandu wisata, Djangu mengaku sempat merasa janggal saat menyiapkan tendanya pada titik pantauan area puncak Gunung Dukono.
"Saat tiba di lokasi kami setting tenda sambil lakukan pemantauan, terlihat benar benar tidak ada asap di puncak," terangnya.
"Ini aneh, karakter gunung Dukono tidak seperti ini, ini berbahaya karena (diduga) ada sumbatan pada dasar kawah dan tekanan besar sedang terkumpul," ungkap Djangu.
Setelah itu, Djangu menyebut dirinya sempat meminta izin untuk menerbangkan drone namun ternyata tidak dapat terjangkau dari 4 km.
Momen Wisatawan Lari Berhamburan
Saat insiden terjadi pada Jumat, 8 Mei 2026 sekitar pukul 07.40 WIT, Djangu menuturkan, dari arah utara dari kejauhan terlihat ada pendaki yang sudah mendekati bibir kawah Gunung Dukono.
"Ada seorang wanita berkaos putih lengan panjang terpantau sedang berlari diikuti sebuah drone yang terbang di atas," terang Djangu.
Artikel Terkait
Viral Kasus dr Myta Aprilia Meninggal Diduga karena Kelebihan Beban Kerja, Kemenkes Tambah Hak Cuti Dokter Magang
Tega! Viral Guru di Jakarta Gadaikan Laptop Murid, Diduga Punya Utang Pinjol
Menyoroti Penangkapan 321 WNA di Jakbar, Polisi Sebut Pelaku Tahu Bakal Operasikan Situs Judol
Viral Rekaman CCTV saat Hiace Alami Rem Blong di Jalur Bromo, Melaju Tanpa Kendali di Jalan Turun dan Menikung
Road to Malang Menyala, Hidupkan “Passive Space” Kota dan Resmikan Malang Media Arts Community