YOKALBAR - Bank Rakyat Indonesia atau BRI meminta agar para nasabah untuk selalu menjaga kerahasiaan baik itu data transaksi maupun data lainnya.
Hal ini untuk mencegah terjadinya penipuan, mengingat beragam modus yang dilakukan oleh pelaku kejahatan.
Terlebih lagi di beberapa waktu ini beredar informasi terkait 'saldo Rp 1,5 Miliar Nasabah yang raib' untuk itu BRI sangat menyayangkan kejadian yang menimpa korban.
Baca Juga: Menguak Kasus Robot Trading Net89: Dari Penipuan Hingga Penyusunan Aset Senilai Triliunan Rupiah
“ BRI telah melakukan investigasi atas pengaduan Ybs dan BRI sangat menyesalkan kejadian tersebut, dimana ybs merupakan korban tindak kejahatan penipuan online atau social engineering.” kata I Nengah Budi Harsana, Pemimpin Kantor Cabang BRI Kandangan melalui rilis yang diterima Yokalbar.
Dirinya menekankan, BRI berempati atas hal tersebut, namun demikian bank hanya akan melakukan penggantian kerugian kepada nasabah jika terjadi pelanggaran oleh sistem perbankan.
BRI senantiasa mengimbau nasabah agar lebih berhati-hati dan tidak mengunduh, menginstal, maupun mengakses aplikasi tidak resmi, serta dihimbau agar nasabah tetap menjaga kerahasiaan data pribadi dan data perbankan kepada orang lain atau pihak yang mengatasnamakan BRI.