nasional

300 Warga Datangi Polsek Sumatra Utara, Minta Polisi Tak Tutup Tambang Ilegal

Minggu, 31 Maret 2024 | 19:17 WIB
Caption: Diperkirakan 300 orang warga dari sejumlah desa di Kecamatan Kotanopan mendatangi Markas Polsek Kotanopan, Sabtu (30/3/2024) malam. (ist)

YOKALBAR - Diperkirakan 300 orang warga dari sejumlah desa di Kecamatan Kotanopan mendatangi Markas Polsek Kotanopan, Sabtu (30/3/2024) malam. Massa meminta agar Pertambangan Emas Tanpa Izin (Peti) jangan ditutup.

Kedatangan massa dari kalangan ibu-ibu, bapak-bapak dan pemuda-pemudi itu disambut baik oleh Kapolsek Kotanopan AKP Parsaulian Ritonga dan personel lainnya.

Dalam aspirasi yang disampaikan 10 orang perwakilan masyarakat dari kaum ibu dan bapak meminta Polisi jangan menutup tambang emas tersebut. Sebab, kebutuhan masyarakat pada Ramadan serta menjelang Idul Fitri sangat banyak.

Baca Juga: Kompetisi Liga 1 Jeda Sementara, Karena Apa?

“Bulan Ramadan dan Idul Fitri banyak kebutuhan. Kami memohon tambang jangan ditutup,” demikian aspirasi masyarakat tersebut.

Dapat diketahui, pertambangan emas di Kotanopan belakangan ini viral dalam pemberitaan di media. Sebab, para pelaku tambang menggunakan alat berat jenis Ekskavator untuk mengeruk tanah baik di daerah aliran sungai maupun di lahan pribadinya.

Polres Madina juga telah beberapa kali mengimbau para penambang agar stop beroperasi. Bahkan dua unit Ekskavator telah diamankan langsung Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh SH SIK.

Baca Juga: Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Simbol Persahabatan Lintas Negara

Menjawab keluhan masyarakat tersebut, AKP Parsaulian mengaku akan menyampaikan aspirasi itu ke Kapolres Madina.

“Aspirasi masyarakat akan kita sampaikan kepada pimpinan. Mediasi berhasil kita lakukan. Massa bubar sekitar pukul 23.30 Wib,” kata AKP P Ritonga.

Di sisi lain, Kapolsek juga mengaku apabila pertambangan tanpa izin tersebut terus beroperasi, maka tidak menutup kemungkinan pelaku tambang akan semakin merajalela.

Baca Juga: Malam yang Keutamaannya Lebih Baik dari 1000 Bulan, Ayo Songsong Lailatul Qadar

“Terlepas siapa di belakang pertambangan ini, kita tetap tegak lurus dalam penutupan Peti,” jelasnya.

Menanggapi aspirasi masyarakat, Kapolres Madina meminta semua pihak harus bijak dalam membaca situasi soal pertambangan tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini