"Karena tidak ada baju ganti, anakku tertidur tapi menggigil," pungkasnya dengan nada bicara yang menyiratkan luka mendalam.
Kisah dari Desa Mardame ini menjadi potret nyata betapa besarnya trauma dan penderitaan yang dirasakan warga di wilayah pelosok yang sulit terjangkau bantuan saat bencana melanda.
Kebutuhan akan pakaian kering, makanan layak, dan pembukaan akses jalan kini menjadi hal yang sangat dinanti oleh para penyintas.*