"Karena tidak ada baju ganti, anakku tertidur tapi menggigil," pungkasnya dengan nada bicara yang menyiratkan luka mendalam.
Kisah dari Desa Mardame ini menjadi potret nyata betapa besarnya trauma dan penderitaan yang dirasakan warga di wilayah pelosok yang sulit terjangkau bantuan saat bencana melanda.
Kebutuhan akan pakaian kering, makanan layak, dan pembukaan akses jalan kini menjadi hal yang sangat dinanti oleh para penyintas.*
Artikel Terkait
Mendapat Rp10 Juta di Hari Pelantikan, PPPK Paruh Waktu Dobel Senang
Warga Aceh Tamiang Cerita Haru Kronologi Diselamatkan Personel TNI: Malaikat Kirim Pak Giman
Personel TNI di Aceh Tamiang Sertu Giman Lega Bisa Selamatkan Warga Meski Rumah Hancur
Raffi Ahmad hingga Iko Uwais Donasikan Hasil Tiket Film Timur untuk Korban Bencana di Sumatera
Aklamasi di Munas V LPM RI, Ahmad Doli Kurnia Tanjung Resmi Nahkodai LPM RI 2025–2030