“Allah memberi manusia tiga kecerdasan. Pertama, kecerdasan intelektual. Kedua, kecerdasan emosional, yaitu empati. Ketiga, kecerdasan spiritual,” jelasnya.
Menurut Embay, seseorang tidak bisa disebut cerdas jika hanya unggul secara akademik, tetapi miskin empati dan pemahaman spiritual. Ia menilai pernyataan Pandji menunjukkan lemahnya kepekaan terhadap perasaan umat beragama.
“Kalau tidak punya empati dan tidak memahami ajaran agama dengan benar, itu juga tidak bisa disebut cerdas,” ujarnya.
Ia berharap polemik ini menjadi pelajaran bersama. Baik bagi Pandji Pragiwaksono maupun masyarakat luas. Embay mengajak semua pihak untuk saling menghormati keyakinan dan menjaga ruang publik tetap kondusif.
“Ini harus jadi pelajaran agar ke depan lebih berhati-hati. Hormati agama, hormati perasaan umat, dan jaga persatuan,” pungkasnya.*