Dalam bagian akhir cuitannya, Aryanto menyinggung kondisi demokrasi kampus yang menurutnya mengalami krisis. Ia menyebut 2025 menjadi tahun keempat fenomena “kotak kosong” dalam Pemilihan Raya (Pemira) kampus.
Ia menuliskan berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara, jumlah pemilih menurun 3.000 dari tahun sebelumnya.
“Masa pemilihan rektor kalah sama Pilkades!!” tulis Aryanto