Pelatihan tersebut mencakup empat materi utama, yakni pemahaman mengenai stunting, teknik pengukuran antropometri, pengelolaan Kartu Menuju Sehat (KMS) dan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta edukasi mengenai imunisasi.
Penyampaian materi dilakukan dengan metode komunikasi dua arah sehingga para kader tidak hanya menerima informasi secara satu arah, tetapi juga dapat berdiskusi dan mengklarifikasi berbagai persoalan yang mereka temui dalam pelaksanaan pelayanan Posyandu.
Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung. Para kader dilatih melakukan penimbangan berat badan serta pengukuran panjang atau tinggi badan balita sesuai dengan prosedur pengukuran yang tepat.
Praktik tersebut ditujukan untuk meningkatkan keterampilan teknis kader sekaligus meminimalkan potensi kesalahan dalam proses pengambilan data pertumbuhan dan status gizi anak.
Untuk mengetahui efektivitas pembekalan, tingkat pemahaman peserta juga diukur melalui pre-test dan post-test.
Evaluasi tersebut menjadi salah satu instrumen untuk melihat perubahan pemahaman kader setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
Melalui rangkaian kegiatan yang dimulai sejak 14 Juli 2026, pendampingan di 12 Posyandu, pemasangan media edukasi berbasis barcode, hingga pelatihan kader yang memadukan teori dan praktik, program SELUK diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Teluk.
Kolaborasi antara mahasiswa KKNT IPB University, bidan Puskesmas Labuan, dan kader Posyandu diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi dapat menjadi fondasi dalam memperkuat kapasitas kader serta meningkatkan kualitas pemantauan kesehatan masyarakat.
Dengan kader yang semakin terampil dan masyarakat yang semakin teredukasi, program SELUK diharapkan turut mendukung terwujudnya generasi Desa Teluk yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.*