Para WNI itu disebut dipaksa bekerja sebagai scammer. Bahkan, mereka juga disiksa dan disekap selama berada di sana. Padahal, awalnya mereka ditawari untuk bekerja sebagai marketing di Bangkok, Thailand.
Sebelumnya, khusus untuk WNI asal Singkawang juga menjadi korban saat bekerja di Myanmar.
Baca Juga: Penataran Wasit Bola Voli Tingkat Nasioanal Di Kalbar, Simak Jadwalnya
Setidaknya total 11 orang korban adalah warga Singkawang yang sedang berusaha meminta pertolongan agar dapat pulang.
Mereka juga awalnya ditawarkan bekerja di Thailand melalui sebuah akun medsos.
"Kita tidak tinggal diam, kita berusaha memulangkan warga kita dan kita sudah dan terus berkomunikasi dengan Kemenlu melalui KBRI guna melakukan langkah-langkah yang tepat untuk mereka," kata PJ Walikota Singkawang Sumastro saat mengunjungi salah satu rumah WNI tersebut.
Pihak keluarga sendiri berharap agar para korban ini dapat segera pulang. Karena mereka khawatir dengan keselamatan keluarganya di Myanmar tersebut.