YOKALBAR- Giorgio Ramadhan masuk dalam daftar musuh Ukraina seperti yang dirilis oleh Myrotvorets. Sehingga warga Indonesia ini disebut-sebut sebagai buronan SBU Ukraina, atau badan keamanan khusus milik Ukraina.
Myrotvorets merupakan merupakan situs lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang didirikan oleh politikus dan aktivis Ukraina Georgy Tuka.
Ditilik dari aktifitasnya, Giorgio Ramadhan memang sepertinya menjadi simpatisan pro-Rusia pada perang Rusia-Ukraina kali ini. Bagaimana tidak, dia terekam kamera sempat mengenakan seragam militer Rusia dengan lambang yang sangat ikonik pada perang itu, apalagi kalau bukan logo ‘Z’.
Baca Juga: Warga Singkawang Ini Baru Dinyatakan Tidak Bersalah Setelah 9 Bulan Ditahan
Baca Juga: Teroris OPM Gunakan Senapan Langka, Kok Bisa?
Logo pasukan rusia memang seringkali menggunakan huruf, diawal perang kita jamak melihat logo yang dipasang di lengan seragam atau kendaraan tempur hingga Sukhoi yang beterbangan misalnya ‘O’,’H’ hingga ‘Z’ yang menurut analis perang sebagai kode pengelompokan pasukan hingga daerah serangan.
Giorgio Ramadhan disebut-sebut pernah masuk kewilayah perang dua negara tersebut, dia dikatakan pernah berada di Donbass, sebuah sabuk wilayah di Donetsk yang menjadi lokasi eskalasi perang.
Kuat dugaan dirinya menjadi salah satu volunteer sebagai bentuk media kampanye dukungan warga internasional yang mendukung aksi Rusia dalam perang kali ini.
Kembali ke Giorgio Ramadhan, nama satu ini tenar sepekan belakangan, sebab dia mengeluarkan pedang anggar dan senjata api palsu ketika terjadi kesalahpahaman di jalan.
Dia nekat menabrakkan Fortuner yang dikendarainya ke mobil taksi online, serta menghunuskan pedang anggar dan senjata api mainan, mungkin dalam fantasinya dia sedang berada di Donbass, wilayah perang Ukraina-Rusia.
Giorgio Ramadhan kemudian ditetapkan tersangka oleh Polres Jakarta Selatan atas aksinya tersebut, walau pada Jumat 17 Februari 2023, si-korban pengemudi taksi online sepakat berdamai dengan Giorgio Ramadhan.
Alhasil bisa dikatakan ‘Buronan’ SBU Ukraina ini berhasil dibekuk aparat kepolisian Republik Indonesia walau endingnya akhirnya pelaku dan korban berdamai.
Baca Juga: Gila! 1.000 Mobil Ludes Dicuri!