YOKALBAR - Ukraina melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas minyak dan gas Rusia pada Kamis. Serangan tersebut dibalas Rusia pada Jumat (26/12/2025) dengan rentetan drone yang merusak tiga kapal di pelabuhan wilayah Odesa dan Mykolaiv.
Pejabat militer dan keamanan Ukraina mengonfirmasi bahwa serangan ke wilayah Rusia dilakukan menggunakan rudal jelajah Storm Shadow pasokan Inggris serta drone jarak jauh buatan dalam negeri. Kyiv sebelumnya juga telah menggunakan rudal jenis ini untuk menyerang target industri Rusia yang dinilai mendukung operasi militer Moskow.
Staf Umum Ukraina menyebut Angkatan Udara menggunakan rudal Storm Shadow untuk menghantam kilang minyak Novoshakhtinsk di wilayah Rostov, Rusia. “Beberapa ledakan tercatat dan target berhasil dihantam,” ujar Staf Umum melalui akun Telegram.
Kilang Novoshakhtinsk disebut sebagai salah satu pemasok utama produk minyak di Rusia selatan, termasuk bahan bakar diesel dan jet bagi pasukan Rusia yang bertempur di Ukraina. Selain itu, Dinas Keamanan Ukraina (SBU) menyatakan drone jarak jauh buatan lokal juga menyerang tangki produk minyak di pelabuhan Temryuk, wilayah Krasnodar, serta pabrik pengolahan gas di Orenburg, Rusia barat daya.
Pabrik pengolahan gas Orenburg merupakan fasilitas terbesar di dunia dan berjarak sekitar 1.400 kilometer dari perbatasan Ukraina. Otoritas Rusia di wilayah Krasnodar melaporkan dua tangki produk minyak di pelabuhan Temryuk terbakar akibat serangan drone, dengan api melalap area sekitar 2.000 meter persegi.
Sebagai balasan, Rusia melancarkan serangan drone ke wilayah Ukraina pada Kamis malam hingga Jumat dini hari. Wakil hingga Jumat dini hari. Wakil Perdana Menteri Ukraina Oleksiy Kuleba mengatakan serangan tersebut merusak tiga kapal berbendera Slovakia, Palau, dan Liberia di pelabuhan Odesa dan Mykolaiv.
Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia disebut meningkatkan intensitas serangan di wilayah selatan Odesa. Pejabat Ukraina menilai langkah itu bertujuan memutus akses Ukraina ke Laut Hitam serta menimbulkan kepanikan di kalangan warga sipil.
Kuleba memastikan tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut. Namun, serangan drone Rusia menyebabkan pemadaman listrik serta merusak fasilitas sipil, termasuk lift gandum dan gudang di wilayah Odesa.
Secara terpisah, Kuleba juga mengungkap serangan drone Rusia merusak sebuah lokomotif dan gerbong barang di stasiun kereta api Kovel, Ukraina barat laut, sekitar 60 kilometer dari perbatasan Polandia.
“Meskipun Rusia melakukan teror yang disengaja, sistem logistik Ukraina tetap berfungsi,” ujar Kuleba, seperti dikutip Reuters.
Artikel Terkait
5 Poin Kritis soal Deal Perdamaian Gaza versi Trump-Netanyahu, dari Transisi Pemerintah hingga Palestina Ikut Merdeka
Perundingan Damai di Gaza ala Trump-Netanyahu Temui Jalan Terjal, Kini Peringatkan Hamas yang Enggan Ikut Lucut Senjata
Usai Jadi Jawara Wali Kota New York, Zohran Mamdani Minta Donald Trump Keraskan Suara Kritikan
AS Lakukan Aksi Balasan, Gempur Besar-besaran Target ISIS di Negara Arab
Iran Klaim Tetap Produksi Rudal yang Mampu Menembus Pertahanan Israel