Menariknya, pemimpin baru Hezbollah, Naim Qassem, sebelumnya menyatakan kelompoknya tidak bersikap netral dalam konfrontasi antara Washington dan Teheran. Namun ia juga memberi sinyal bahwa langkah konkret akan disesuaikan dengan perkembangan situasi.
Negosiasi Jadi Penentu
Putaran lanjutan perundingan antara AS dan Iran mengenai program nuklir dijadwalkan berlangsung pekan ini. Banyak pengamat menilai hasil pembicaraan tersebut akan menentukan arah kawasan—apakah menuju de-eskalasi atau justru konfrontasi lebih luas.
Untuk saat ini, pesan Hezbollah cukup tegas: mereka memilih menahan diri jika serangan bersifat terbatas. Namun garis merah telah ditarik, dan setiap langkah yang melampaui batas itu berpotensi memicu konflik yang lebih besar di Timur Tengah.
Artikel Terkait
Menlu: Yordania Berkomitmen Dukung Pengiriman Pasukan Indonesia ke Gaza
Iran Alami Serangan, KBRI Teheran Terus Perkuat Komunikasi dengan WNI
18 Fakta Serangan AS dan Israel ke Iran: Ketegangan Meluas, Ledakan di Sejumlah Negara Teluk
Pejabat Rusia Tanggapi Serangan AS ke Iran, Medvedev Sebut Trump Munafik
Panglima Tertinggi Angkatan Darat Iran Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel-AS