"Mereka terlilit masalah yang dibuat sendiri, dalam perekonomian, kebijakan mereka, dalam masyarakat mereka, lebih dari 50 persen penduduk AS mengutuknya (Trump)," tambahnya.
Awal Mula Retaknya Hubungan AS-Iran
Khamenei juga sempat membongkar awal mula keretakan hubungan antara Teheran dan Washington berakar dari ambisi AS terhadap Iran.
"Masalah yang kita hadapi dengan AS adalah mereka ingin 'melahap' Iran, dan bangsa Iran mencegahnya," terangnya.
"Republik Islam Iran, berdiri di jalan mereka sendiri," tegas Khamenei.
Khamenei juga menganggap serangan dan ancaman dari AS-Israel terhadap negaranya tidak akan sanggup meruntuhkan rezim Republik Islam Iran.
"Selama 47 tahun lalu, AS tak mampu melenyapkan Republik Islam Iran," ungkapnya.
"Dia (Trump) sekarang mengeluh kepada rakyatnya sendiri betapa sulitnya menghancurkan Iran di saat negaranya terus mengalami kehancuran," tandas Khamenei.
Hingga berita ini terbit, serangan Israel yang didukung AS, telah menandai awal mula serangan balasan Iran.
Terlebih, Garda Revolusi Iran terus mengancam akan melancarkan "operasi ofensif paling intensif" yang pernah ada, dengan menargetkan Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.*
Artikel Terkait
Ceritakan Suara Ledakan yang Bikin Panik di Dubai, Selebgram Tresnany Moonlight: Pecahan Rudal Jatuh ke Hotel
Sebelum Wafat, Ali Khamenei Pernah Ingatkan Perang Tidak akan Berakhir Meski Dirinya Terbunuh oleh AS-Israel
Viral Pidato Trump dan Netanyahu yang Dilaporkan Muncul di TV Iran, Hasut Warga untuk Lawan Rezim Berkuasa
Ketegangan AS-Israel Vs Iran Meningkat, Pakar: Swasembada yang Diusahakan Prabowo Jadi Relevan
Evan Haydar Ngaku Cemas Tak Bisa Pulang ke RI, Jika Jerman Ikut Masuk Pusaran Konflik Perang AS-Israel Melawan Iran