Dampak Perang Iran vs Israel-AS, Ekonom CSED-INDEF Sarankan Pembatalan Perjanjian Dagang RI-AS

photo author
Turnado, YoKalbar
- Selasa, 10 Maret 2026 | 00:13 WIB
Dampak Perang Iran vs Israel-AS.
Dampak Perang Iran vs Israel-AS.

"Penolakan ratifikasi oleh DPR RI ini karena protes secara luas oleh masyarakat RI terhadap ART yang akan berdampak luas, merugikan kepentingan nasinal dan mengancam kedaulatan negara," sambung mantan Anggota DPR RI dari Frasi PAN ini.

"Waktu yang tersedia untuk ratifikasi 90 hari setelah penandatanganan pada 19 Februari 2026," imbuhnya.

Selain pembatalan ART, Hakam juga menyarankan tiga langkah lainnya.

"Pertama, melakukan efisiensi anggaran negara secara signifikan, sehingga belanja hanya untuk keperluan yang langsung berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Belanja difokuskan untuk pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, sosial, pangan, energi, pengentasan kemiskinan, infrastruktur dasar, pelayanan publik," kata Hakam.

"Kedua, pengurangan konsumsi minyak secara lebih gencar lagi melalui program efisiensi dan konversi energi dr minyak ke energi baru dan terbarukan. Seperti energi matahari (PLTS) termasuk untuk industri dan perumahan, air (PLTA), angin (PLTB) sbg pengganti PLTD (diesel)," lanjutnya.

Hakam menyebut, pemanfaatan dan produksi kendaraan listrik (sepeda motor dan mobil termasuk untuk transportasi publik) perlu lebih banyak diberi insentif dan fasilitas pendukunganya (pajak, sarana prasarana, tempat pengisian listrik SPKLU) dan sebagainya.

"Ketiga, stimulus ekonomi mesti digencarkan agar ekonomi tidak terpuruk dengan program deregulasi, aturan-aturan yang menghambat perkembangan ekonomi dipangkas. Begitu juga perlu dilakukan debirokratisasi, birokrasi yang bebelit sehingga menyulitkan dunia usaha disederhankan," tegasnya.

"Ini bisa menjadi momentum kebangkitan ekonomi khususnya UMKM dengan insentif yg tepat bisa bangkit di tengah ketidakpastian global," tandas Hakam.

Ekonomi domestik, sebut Hakam, perlu diperluas dengan mengurangi ketergantungan dari luar, kecuali untuk kebutuhan yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri.

"Ingat dalam setiap krisis ada peluang utk bangkit dan berkembang," pungkas Hakam.*

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Turnado

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X