30 Ribu Tentara Bayaran Grup Wagner Tewas Selama Perang Rusia Ukraina, Jhon Kirby: 90 Persen Adalah Narapidana

photo author
Sulandra, YoKalbar
- Sabtu, 18 Februari 2023 | 19:14 WIB

 

YOKALBAR - Perjalana perang Rusia dan Ukraina sudah mendekati satu tahun penuh. Lebih dari 30 ribu tentara bayaran dari grup Wagner meninggal dunia selama peperangan ini.

Ribuan tentara bayaran Grup Wagner ini dikabarkan meregang nyawa di garis depan setelah dijadikan umpan meriam.

Dikutip Yokalbar dari Reuters pada Sabtu, (18/2) informasi korban pasukan tentara bayaran Grup Wagner itu diungkap oleh Gedung Putih.

 

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby menyebutkan sebanyak 30.000 lebih anggota Grup Wagner meregang nyawa di Ukraina.

"Perusahaan tentara bayaran Rusia Wagner Group telah menderita lebih dari 30.000 korban sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari,” sebut John Kirby dikutip dari Reuters, Sabtu, (18/2).

Dijelaskannya kepada wartawan pada Jumat, sekitar 9.000 pejuang Grup Wagner tewas dalam pertempuran.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih (NSC) John Kirby pada pengarahan reguler mengatakan, Amerika Serikat memperkirakan setidaknya 90 persen tentara kelompok Wagner yang tewas di Ukraina sejak Desember adalah narapidana alias penghuni penjara.

Saat itu pasukan Rusia mulai melancarkan serangan besar-besaran untuk merebut kota Bakhmut.

"Setengah dari keseluruhan kematian terjadi sejak pertengahan Desember, ketika pertempuran di kota Bakhmut, Ukraina timur," sebut John Kirby

Kirby menyebutkan kelompok tentara bayaran telah memperoleh keuntungan tambahan di Bakhmut di dalam dan sekitar Bakhmut selama beberapa hari terakhir.

Namun, menurutnya hal itu membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mencapainya dan datang dengan "biaya yang menghancurkan yang tidak berkelanjutan."

"Mungkin saja mereka akhirnya berhasil di Bakhmut, tetapi itu tidak akan berarti bagi mereka karena itu tidak memiliki nilai strategis yang nyata," katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sulandra

Tags

Rekomendasi

Terkini

X