Target Imunisasi JE di Kalbar adalah 1,3 juta anak berusia 9 bulan hingga 15 tahun, dengan harapan program ini akan selesai pada bulan November 2023. Upaya-upaya imunisasi ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.
Setelah memberikan pidato, Pj. Gubernur Kalbar beserta Pj. Ketua TP-PKK Kalbar dan Dirjen P2P Kemenkes RI melihat pelaksanaan Imunisasi, yang melibatkan anak-anak sekolah dasar dan SMP.
Sebagai informasi, Japanese Encephalitis adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Culex yang biasanya ditemukan di daerah persawahan, kolam, atau tempat yang memiliki genangan air, terutama pada malam hari. Virus JE ini memerlukan hewan seperti babi, kerbau, dan burung sebagai inang perantara.
Nyamuk Culex dapat menggigit manusia, sehingga penularan virus JE dari hewan ke manusia juga dapat terjadi. Gejala JE termasuk demam, menggigil, sakit kepala, lemas, mual, muntah, dan bahkan kejang pada anak-anak.
Sampai saat ini, belum ada obat khusus untuk menyembuhkan JE, namun vaksinasi dan pencegahan gigitan nyamuk adalah langkah penting dalam mengurangi tingkat kematian akibat penyakit ini.
Artikel Terkait
BREAKING NEWS Ratusan Botol Minol Diduga Tanpa CK-6 Diamankan Polisi di Singkawang, Tak Termonitor Bea Cukai?
Edi Kamtono Puji Peran PMR dalam Sosialisasikan Pentingnya Donor Darah
Tim U-17 Indonesia Akan Hadapi TSV Meerbusch U-17 di Jerman
Gelandang Persija Bertekad Raih Tiga Poin di Solo
Belum Ada Obatnya, Pemkot Singkawang Akan Gencarkan Imunisasi Japhanese Encephalitis