YOKALBAR, BENGKAYANG -- Kepergian seorang istri dengan dua anak dan seorang keponakan akibat tenggelam di Sungai Saperak Bengkayang, menyisakan duka mendalam bagi Kukuh Warsito.
Pria ini berusaha tegar kala orang-orang tersayangnya berpulang menghadap Yang Maha Kuasa.
Suami Nurul Ainy (33) Korban meninggal tenggelam di Sungai Saperak Bengkayang, Kukuh Warsito mengaku sempat memiliki firasat saat izin kerja.
Baca Juga: Asosiasi Pesepakbola Dunia FIFPRO Angkat Bicara Atas Nasib Pemain Kalteng Putra
Baca Juga: Pria Asal Sekip Lama Singkawang Diamankan Polisi, Petugas Temukan Sabu dan Bong di Kediamannya
Kejadian ini terjadi pada Minggu 28 Januari kemarin.
Saat itu Nurul Ainy (33) pergi mengarit rumput ditemani bersama dua anak an. Jihan Daifulah (9) dan Rafa Muhamad Athaya (6) kemudian keponakannya Camelia Luluk Marjan (8).
Namun takdir berkata lain, anak-anak yang asik mandi di Sungai kemudian terseret arus air sehingga menyebabkan peristiwa berantai tenggelamnya empat orang dalam satu keluarga besar ini.
Ia menuturkan, memang istrinya ada izin mau mencari rumput ke tempat tersebut.
Kukuh pun sempat pulang lagi setelah izin kerja ke istrinya untuk mengambil skop sekitar jam pukul 13.00 Wib.
Pada saat istrinya melewati tempat ia kerja, ia hanya mengetahui bahwa istri hanya bersama anak bungsunya.
Saat dipanggil si anak bungsu tidak mau noleh dan istri hanya tersenyum.
Ia tak menyangka senyum tersebut menjadi momen terakhir ia melihat wajah cantik sang istri.
"Saya tidak mengetahui kapan anak kedua dan dua ponakan saya lewat, yang saya tahu hanya istri dan anak bungsu saya saja," ungkapnya.
Artikel Terkait
Unjuk Rasa Ribuan Perangkat Desa di Depan Gedung DPR
Desa Penglipuran: Keindahan Tradisi dan Kearifan Lokal
Strategi Terbaik untuk Meningkatkan Gaji Perangkat Desa di Tahun 2024
Prof. Mahfud MD Mundur sebagai Menko Polhukam: Kekuatan Moral yang Lebih Besar
Kolaborasi Unik TPN Ganjar-Mahfud dan Slank: Konser Salam Metal, 03 Menang Total