YOKALBAR PONTIANAK- Ketersediaan sumber air menjadi salah satu problem atau masalah dalam penanganan karhutla diwilayah gambut.
Seperti yang dialami oleh petugas yang memadamkan karhutla di wilayah Kubu Raya.
Hal ini terungkap ketika Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat, menerima Kunjungan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kubu Raya, dan Manggala Agni, di Kantor BPBD Provinsi, Selasa 23 Juli 2024.
Baca Juga: Harisson Tekankan Perkuat Sinergitas Usai Tetapkan Status Darurat Penanganan Bencana Asap Karhutla
Baca Juga: Bawaslu Kabupaten Sambas Luncurkan Posko Kawal Hak Pilih untuk Awasi Pemilu 2024
Pada pertemuan ini Kalak BPBD Kalbar dan Manggala Agni, melakukan koordinasi dalam upaya pencegahan dan pengendalian asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kubu Raya, yang diterima langsung oleh Kepala BPBD Provinsi Kalbar Ansfridus J Andjoe, didampingi beberapa Kepala Bidang.
Berdasarkan data yang ada, sejak 19 Juli 2024 wilayah kubu Raya sudah mulai ada api yang membakar lahan gambut yang asapnya sudah mulai dirasakan oleh masyarakat.
“Tim gabungan BPBD Provinsi Kalbar dan Kabupaten Kubu Raya, Manggala Agni, KPH /TNI dan Polri sudah berada dilapangan, kendala yang dihadapi saat ini adalah tidak ada sumber air yang memadai,”ujar Ketua Satgas Informasi Bencana, Daniel.
Koordinasi antar BPBD Provinsi Kalbar dengan BPBD Kubu Raya, dan Manggala Agni menunjukkan keseriusan untuk bersinergi dalam melaksanakan upaya pencegahan dan pengendalian karhutla di Kubu Raya.
“Dimana di Kubu Raya ini kita tahu ada Bandara Supadio. Jadi itu yang kita benar/benar jaga, agar kegiatan penerbangan tidak terganggu,”pungkas Daniel.
Artikel Terkait
Awalnya Tak Mau Nyalon Bupati Nganjuk di Pilkada 2024, Gus Ibin Akhirnya dapat Restu Sang Bunda Maju
Dukungan Masyarakat Terhadap Penataan Parkir di Singkawang
Posisi Jakarta Lavani Tergantikan Oleh Bhayangkara Presisi Sebagai Juara Proliga 2024
Harisson Tekankan Perkuat Sinergitas Usai Tetapkan Status Darurat Penanganan Bencana Asap Karhutla
Komando Satgas Penanganan Bencana Asap Karhutla Kalbar Dibentuk
Curah Hujan Rendah Hingga September, Satgas Bencana Asap Waspada Karhutla