YOKALBAR - Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah angkatan 2021 mengadakan Kompetisi Sejarah Kisah se-Kalbar pada Sabtu, 12 Oktober 2024 lalu.
Kompetisi Sejarah Kisah se-Kalbar diikuti 40 peserta perwakilan dari Satuan Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) se-Kota Pontianak.
SMAN 1 Pontianak, SMAN 3 Pontianak, SMAN 4 Pontianak, SMAN 7 Pontianak dan SMAN 8 Pontianak.
SMAN 10 Pontianak, SMAN 1 Sungai Raya, SMA Gembala Baik dan SMAS Mujahidin.
Kemudian, MAN 1 Pontianak, MAN 2 Pontianak, MAN 3 Pontianak, MA Mathla'ul Anwar, SMA Islam Bawari dan MAS Darunna'im Putri Pontianak.
Hadir Ketua Prodi Pendidikan Sejarah Untan, Andang Firmansyah. Kepala Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XII diwakili, Any Rahmayani.
Kompetisi Kisah se-Kalbar sepenuhnya mendapat dukungan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat.
Any Rahmayani mengatakan bahwa, BPK Wilayah XII Kalimantan Barat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang mengedepankan penanaman nilai sejarah dan budaya Kalimantan Barat.
"Kami patut berbangga anak muda bisa melaksanakan kegiatan penanaman nilai budaya kepada generasi muda utamanya kepada pelajar." tuturnya.
"Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal yang baik dan semoga dikembangkan secara konsisten dan berkelanjutan, dapat memberi manfaat yang kongkret," harapnya.
Ketua Prodi Pendidikan Sejarah Universitas Tanjungpura, Andang Firmansyah mengatakan bahwa, kompetisi dalam bidang ilmu sejarah ini menjadi terobosan dan sebagai sarana kerjasama dengan sekolah.
"Alhamdulillah ini merupakan terobosan, kegiatan mahasiswa ini tidak hanya kuantitas tetapi kualitas dan bisa menyasar mitra strategis prodi pendidikan sejarah yakni, mitra sekolah," tuturnya.
"Harapan kami kedepan lomba seperti ini dapat ditingkatkan. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi motivasi untuk dilaksanakan di masa-masa mendatang," harapnya.
Ketua Panitia, Aqif Alghifari mengatakan bahwa, pelaksanaan kompetisi sejarah Kisah se-Kalbar agar tercipta kompetisi khusus mata pelajaran sejarah.
"Pelaksanaan Kompetisi Kisah se-Kalbar ini kami laksanakan agar ilmu sejarah atau mata pelajaran sejarah tidak dipandang sebelah mata. Agar ilmu sejarah, mata pelajaran sejarah sama kelasnya dengan ilmu-ilmu alam," ungkapnya.
Kompetisi sejarah Kisah se-Kalbar dilaksanakan dengan mekanisme 3 tahap.
Tahap pertama adalah mengerjakan 86 soal dengan alokasi waktu 100 menit menggunakan aplikasi e-ujian.com.
Sedangkan, tahap kedua sistematikanya seperti Lomba Cerdas Cermat yang terdiri atas tiga babak.
Artikel Terkait
Dosen Pendidikan Ilmu Sosial Untan Kenalkan Peninggalan Sejarah dan Cara Merawatnya
Balitbang Kalbar dan Untan Bikin Seminar, Bahas Strategi Pengembangan Fasilitas dan Kawasan Pedesaan
Pemprov Kalbar dan Untan Bahas Penataan Ruang Desa untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Korda JPPR Singkawang: Kompetisi Pilwako Singkawang Mesitnya Mendidik dan Edukatif
Mahasiswa Sambas Siap Wujudkan Pilkada Damai